Kawasan Industri Morowali Makin Menggeliat

Pembangunan pabrik baja karbon di Kawasan Industri Morowali telah mulai berjalan. Pabrik ini nantinya bakal memiliki kapasitas produksi sebesar 3,5 juta ton per tahun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  15:35 WIB
Industri baja - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Pembangunan pabrik baja karbon di Kawasan Industri Morowali telah mulai berjalan. Pabrik ini nantinya bakal memiliki kapasitas produksi sebesar 3,5 juta ton per tahun.

Hamid Mina, Managing Director PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), mengatakan saat ini proyek sudah mulai jalan dan telah dilakukan pemancangan setelah persiapan lahan selesai.

"Mulainya sesuai target, yaitu Januari 2018 dan mudah-mudahan bisa selesai akhir 2019," ujarnya Minggu (18/2/2018).

Pembangunan pabrik baja milik PT Dexin Steel Indonesia tersebut ditargetkan berlangsung 24 bulan sejak pembangunan dimulai, sehingga bakal berproduksi sekitar 2020. Produk baja karbon yang diharapkan akan diproduksi antara lain billet, wire rod, slab, dan bar dengan kapasitas masing-masing sesuai permintaan pasar.

"Rencananya mulai produksi pada Januari 2020," ujar Hamid.

Sebagai informasi, Dexin Steel Indonesia merupakan joint venture antara produsen baja asal China Delong Holdings, melalui anak usahanya Delong Steel Singapore Projects, bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park dan Shanghai Decent Investment Group.

Total investasi pada tahap awal disebutkan sekitar US$950 juta. Sebesar 70% dari dana tersebut berasal dari pendanaan bank. Delong Steel Singapore Projects akan memiliki saham sebesar 45%, Shanghai Decent sebesar 43%, dan IMIP sebesar 12%.

Lebih jauh, untuk pengembangan Kawasan Industri Morowali, pengelola masih fokus dengan proyek yang sedang berjalan saat ini. Proyek yang baru selesai adalah pembangunan hotel bintang lima.

Selain itu, pengelola juga tengah membangun bandara khusus dengan panjang landas pacu atau runway sepanjang 2.000 meter, sehingga mampu didarati oleh pesawat jenis cessna caravan, ATR 72, dan Boeing 737. Bandara ini ditargetkan mulai bisa digunakan pada pertengahan tahun ini. 

Kawasan Industri Morowali merupakan kawasan yang berada di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan dijadikan pusat kegiatan industri feronikel terintegrasi, baja nirkarat, dan produk hilirnya.

Kawasan dengan luas 3.000 hektare telah menyerap investasi senilai US$6 miliar pada November 2017. Tenaga kerja lokal yang terserap lebih dari 16.000 orang dan pada 2021 ditargetkan kawasan ini bisa memperkerjakan sebanyak 80.000 tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tag : morowali
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top