Investasi di Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Tahun Ini Bakal Sentuh Rp117 Triliun

Kementerian Perindustrian menargetkan nilai investasi di sektor IKTA pada tahun ini akan mencapai Rp117 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp94 triliun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  16:24 WIB
Pabrik Chandra Asri Cilegon - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menargetkan nilai investasi di sektor IKTA pada tahun ini akan mencapai Rp117 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp94 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan penanaman modal dari sektor IKTA pada 2018 diproyeksi menyumbang 33% terhadap target investasi secara keseluruhan pada kelompok manufaktur nasional senilai Rp352 triliun. Saat ini ada tiga perusahaan yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pengembangan sektor industri petrokimia di Indonesia.

“Mereka akan memproduksi kebutuhan bahan baku kimia berbasis nafta cracker di dalam negeri. Sehingga nanti kita tidak perlu lagi impor,” katanya di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., Lotte Chemical Titan, dan Siam Cement Group (SCG). Chandra Asri yang merupakan perusahaan nasional berencana menggelontorkan dana senilai US$6 miliar sampai 2021 untuk peningkatan kapasitas produksi.

Lotte Chemical Titan akan merealisasikan investasinya sebesar US$3 miliar hingga US$4 miliar untuk memproduksi nafta cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun dan SCG berencana membangun fasilitas produksi nafta cracker senilai US$600 juta di Cilegon, Banten.

“Dengan tambahan investasi Lotte Chemical dan Chandra Asri, Indonesia akan mampu menghasilkan bahan baku kimia berbasis nafta cracker sebanyak 3 juta ton per tahun dan bisa memposisikan sebagai produsen terbesar keempat di Asia Tenggara setelah Thailand, Singapura, dan Malaysia,” katanya.

Selain itu, Kemenperin mencatat beberapa perusahaan farmasi dan bahan baku obat yang telah menanamkan modal di Indonesia, antara lain PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia senilai Rp132,5 miliar dan PT Ethica Industri Farmasi sebesar Rp1 triliun. Untuk sektor kosmestika, PT Unilever Indonesia melakukan perluasan pabrik dengan nilai investasi mencapai Rp748,5 miliar.

Tag : manufaktur
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top