Kementerian PUPR Garap 151 Proyek Strategis. Begini Progresnya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa sebanyak 151 Proyek Strategis Nasional yang dimandatkan ke kementeriannya berada pada jalurnya dan tidak ada yang masuk dalam evaluasi khusus.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 19 Februari 2018  |  07:59 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjawab pertanyaan wartawan usai meresmikan tiga proyek strategis nasional di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (9/1). Tiga proyek strategis nasional yang diresmikan itu adalah Bendungan Raknamo, Pos Lintas Batas Negara Wini dan PLBN Motamasin. - ANTARA/Kornelis Kaha

Bisnis.com, SUNGGUMINASA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa sebanyak 151 Proyek Strategis Nasional yang dimandatkan ke kementeriannya berada pada jalurnya dan tidak ada yang masuk dalam evaluasi khusus.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan bahwa seluruh proyek yang dikerjakan masih sesuai dengan lini masa pembangunan yang dicanangkan dan sesuai dengan koridor agar proyek strategis tidak akan mangkrak.

Berdasarkan lampiran Peraturan Presiden Nomor 58/2017 tentang Proyek Strategis Nasional, Kementerian PUPR dimandatkan untuk mengerjakan proyek terbanyak di antara kementerian lainnya, yakni 69 jalan tol, 54 bendungan, 7 irigasi, 1 tanggul laut, 5 jalan nasional, 3 pos lintas batas negara (PLBN), 9 penyediaan air minum dan sanitasi, serta 3 proyek perumahan.

Sampai dengan Januari 2018, dari 151 proyek tersebut, baru 14 proyek yang telah diselesaikan pembangunannya. Proyek tersebut terdiri atas 3 bendungan, 3 jalan tol, 3 jalan nasional, 3 PLBN, dan 2 perumahan.

Sementara itu, sisanya sebanyak 80 proyek masih masuk tahap pelaksanaan, 15 proyek akan memulai konstruksinya pada 2018, 40 proyek mulai konstruksi pada 2019, dan 1 proyek akan dikerjakan setelah 2019.

“Kalau untuk di PU saya rasa tidak ada yang dievaluasi khusus. Yang prioritas-prioritas ini selalu saya monitor,” katanya ketika menjawab pertanyaan Bisnis.com, di sela-sela kunjungan kerja di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhir pekan lalu.

Basoeki menargetkan seluruh proyek dapat mulai dikerjakan dan selesai sesuai dengan lini masa mengingat permasalahan utama yang kerap mendera pembangunan, yakni pembebasan lahan kini tidak lagi menjadi hambatan.

Namun, dia mengakui bahwa proyek penyediaan air minum dan sanitasi menjadi proyek PSN yang harus “kerja keras” untuk diselesaikan kementeriannya. Kendati demikian, dia mengatakan pembangunan sembilan proyek air minum dan sanitasi masih sesuai target.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top