10.000 Ton Impor Beras Masuk Gudang Bulog

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi menyampaikan, sebanyak 10.000 ton beras yang diimpor sudah masuk ke gudang Bulog, dari total impor beras oleh Bulog sebanyak 281.000 ton.
Azizah Nur Alfi | 19 Februari 2018 20:55 WIB
Beras Bulog. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi menyampaikan sebanyak 10.000 ton beras yang diimpor sudah masuk ke gudang Bulog, dari total impor sebanyak 281.000 ton.

“Beras masuk gudang, data tadi pagi sudah 10.000 ton,” katanya kepada Bisnis, Senin (19/2/2018).

Lebih lanjut, kata dia, saat ini tengah proses bongkar muat di pelabuhan sebanyak 60.000 ton. Proses ini membutuhkan waktu lebih dari sepekan, apalagi kapasitas bongkar setiap pelabuhan berbeda. Proses bongkar muat dapat lebih panjang karena bila hujan turun maka proses bongkar harus berhenti.

“Bila kapal [memuat] 40.000 ton, bisa 8 harian. Satu hari bisa bongkar 5.000 ton. Setiap truk kapasitasnya 20 ton. Artinya, butuh 250 truk dalam sehari. Sementara, seperti di Tenau, bongkar di bawah 1.000 ton per hari,” imbuhnya.

Dia berharap, tidak ada klaim asuransi selama proses pengangkutan sejak dari pelabuhan negara eksportir hingga ke gudang Bulog. Diketahui, lima perusahaan asuransi umum mengcover risiko dalam kegiatan impor beras oleh Bulog.

“Sejauh ini tidak ada klaim, karena baru masuk 10.000 ton ke gudang Bulog. Kami berharap barang sampai ke gudang dengan selamat. Asuransi [pengangkutan] ini sebagai mitigasi risiko,” katanya. 

Tag : impor beras
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top