Pelanggan Prabayar Gonta-Ganti Nomor Bebani Smartfren

Perilaku tukar ganti kartu perdana menambah beban pada peladen Smartfrren karena banyak data pelanggan tidak aktif yang tidak diperlukan oleh operator.
Pandu Gumilar | 20 Februari 2018 12:59 WIB
CEO PT. Smartfren Telecom Tbk. Andreas Rompis (kiri) dan Chairman Franky O. Widjaja, di sela-sela perayaan ulang tahun ke-10 Smartfren, di Jakarta, Minggu (17/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT. Smartfren Telecom Tbk. berharap perilaku konsumen yang senang mengganti-ganti nomor seluler dapat dikurangi melalui peluncuran yaitu voucer data dan kartu perdana baru operator tersebut.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim mengatakan perilaku tukar ganti kartu perdana menambah beban pada peladen Smartfrren karena banyak data pelanggan tidak aktif yang tidak diperlukan oleh operator.

Salah satu tujuan dari peluncuran kedua produk sekaligus ialah meminimalisir perilaku tukar-ganti kartu perdana yang dilakukan oleh konsumen pasar domestik.

Dia berharap agar kombinasi voucer data dan kartu perdana baru dapat mengurangi beban data di peladen Smartfrem dengan tidak beli pakai buang kartu perdana.

"Dengan kartu perdana dan voucer data, banyak manfaat yang dapat diambil oleh konsumen. Jadi tidak perlu lagi ganti-ganti kartu perdana. Sepertinya tidak ada yang memberikan harga seperti kami di pasaran," katanya pada Senin, (19/2).

Menurutnya pelanggan Smartfren tidak perlu lagi memikirkan bujet bulanan untuk konsumen internet sebab Smartfren memberikan harga yang paling kompetitif diantara kompetitor.

Selain itu, Djoko menambahkan para distributor juga tidak terlalu menyukai perilaku tersebut karena memakan waktu untuk registrasi.

Smartfren meluncurkan voucer fisik berisi kuota data 3 GB, 8 GB, dan 16 GB. Adapun, kartu perdana yang baru diluncurkan adalah Now dan Now+ yang memberikan bonus kuota data.

Tag : smartfren
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top