Sleekr dan iSeller Bikin Aplikasi Catatan Keuangan UMKM

Sleekr dan iSeller berintegrasi menghadirkan solusi mudah pencatatan keuangan secara otomatis langsung dari transaksi harian untuk bisnis UKM.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  16:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sleekr dan iSeller berintegrasi  menghadirkan solusi mudah pencatatan keuangan secara otomatis langsung dari transaksi harian untuk bisnis UKM.

Aplikasi sinergi berupa penyedia software HR dan Akuntansi
yang diciptakan untuk mendukung para pelaku usaha dalam meningkatkan produktivitas bisnis dalam manajemen sumber daya manusia dan akuntansi keuangan. iSeller merupakan layanan platform omni-channel commerce yang memungkinkan pengusaha untuk berjualan di toko fisik melalui cloud point-of-sale, toko online, maupun social media dan mobile dengan manajemen penjualan dan inventory terpusat.

Kerjasama yang dilakukan oleh Sleekr dan iSeller adalah integrasi dengan teknologi API (Application programming Interface). Integrasi ini memberikan solusi terpadu antara penjualan dan pembukuanp akuntansi bisnis dimana pengguna aplikasi iSeller dapat melihat laporan keuangan di platform Sleekr Accounting dengan mudah dan cepat.

 “Potensi bisnis UKM di Indonesia sangat menjanjikan, kami melihat hal ini akan sangat berdampak baik apabila didukung oleh sistem bisnis yang baik, seperti integrasi langsung sistem penjualan dan pencatatan keuangan oleh Sleekr dan iSeller.
Sleekr tentunya akan terus menyempurnakan layanan kami untuk mendukung perkembangan UKM di Indonesia agar Sleekr dapat terus memberikan nilai positif di masa yang akan datang.” ujar Suwandi Soh, selaku co-founder dan CEO dari Sleekr.

Dari kerjasama ini akan dipadukan kelebihan dari masing-masing perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi UKM Indonesia, terutama bisnis waralaba. Terdapat dua pilar dimana kerjasama antara Sleekr dan iSeller yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Pertama, Sleekr dan iSeller adalah platform bisnis yang telah berbasis komputasi awan (cloud) dan memiliki perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga integrasi teknologi antara kedua platform menghadirkan solusi bisnis yang telah terintegrasi penuh dari front-end hingga back-end
untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna platform.

Kedua, kedua perusahaan adalah pemain terkemuka dalam industri masing-masing. Integrasi kedua platform ini akan terus dikembangkan kedepannya mengikuti perkembangan bisnis UKM di Indonesia, lalu menyusul untuk memasuki pasar Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, hingga 2017 jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 59 juta. Diantaranya, 3,79 juta sudah Go Online dan ditargetkan akan ada 8 juta UKM yang Go Online. Transformasi Go Online ini juga harus didukung oleh sistematika pencatatan keuangan yang baik dalam setiap transaksi bisnis UKM untuk memudahkan proses pengembangan  bisnis.

Tag : umkm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top