Perusahaan Asing Masih Bandel Pakai Data Center Luar Negeri

Pelaku industri pusat data Indonesia merasakan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik belum efektif.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Februari 2018  |  07:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan asing, terutama bank, belum tunduk terhadap pewajiban penyimpanan data di Indonesia.

Pelaku industri pusat data Indonesia merasakan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik belum efektif.

CEO Indonesian Cloud, Noerman Taufik mengatakan saat ini bisnis komputasi awan dan pusat data di Indonesia berkembang pesat. Dia mengatakan mayoritas pelanggannya 70% adalah korporasi, namun semuanya adalah perusahaan lokal.

Menurutnya, beberapa perusahaan internasional seperti bank-bank asing masih menempatkan pusat datanya di luar negeri meskipun ada peraturan pemerintah yang mewajibkan penempatan data di Tanah Air.

"[PP no. 82] belum efektif, bank-bank asing data center-nya masih di luar negeri sebagian besar," katanya kepada Bisnis, Selasa (20/2).

CEO Telkomtelstra Erik Meijer mengatakan platform komputasi awan hybrid seperti Microsoft Azure bisa menjadi solusi bagi perusahaan asing yang ingin mempertahankan sistem global sekaligus mematuhi kawajiban penempatan data di dalam negeri.

Teknologi hybrid dapat mengoneksikan antara komputasi awan global dengan pusat data lokal. Hal ini dapat mengantisipasi data strategis dan data pribadi tidak dibawa keluar negeri.

"Walaupun baru diluncurkan akhir Desember tahun lalu, sudah belasan perusahaan minta proyek proof-of-concept [POC] dengan kami. Beberapa POC tersebut sedang berjalan untuk membuktikan bahwa Hybrid Cloud TelkomTelstra, yang menggunakan teknologi dari Microsoft Azure Stack, adalah cocok untuk kebutuhan mereka dan memang sudah sejalan dengan PP No. 82," katanya kepada Bisnis, Selasa (20/2).

Dia mengungkapkan permintaan POC cukup merata dari perusahaan domestik dan multinational. Perusahaan tersebut kebanyakan bergerak di industri perbankan dan keuangan, minyak dan gas, ritel serta sektor pemerintahan.

Meijer menambahkan beberapa sudah bekerjasama dengan Telkomtelstra. Namun, ia tidak menyebutkan nilai kerjasama saya yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

"Ada beberapa yang sudah deal, bahkan ada yang sudah live. Tetapi mohon maaf saya tidak bisa menyebut angka," tutupnya.

Tag : data center
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top