BLOK MIGAS TERMINASI, Mitra Existing PHE Masih Tertarik

PT Pertamina Hulu Energi mengklaim mitra existing pada Blok Tuban dan Ogan Komering sudah menyatakan ketertarikan untuk kembali mengelola bersama blok migas yang akan habis kontrak tersebut.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 21 Februari 2018  |  21:23 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi mengklaim mitra existing pada Blok Tuban dan Ogan Komering sudah menyatakan ketertarikan untuk kembali mengelola bersama blok migas yang akan habis kontrak tersebut.

Perseroan pun menunggu keputusan induk usahanya, PT Pertamina (Persero) untuk memastikan mitra dalam mengelola kedua blok yang terminasi akhir bulan ini.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Gunung Sardjono Hadi mengatakan, pihaknya belum mendapatkan arahan lebih lanjut dari induk usaha, tetapi secara keseluruhan proses pengelolaan blok terminasi sudah difasilitasi oleh SKK Migas agar produksinya tetap terjaga dan tidak turun.

"Kami sudah paparkan kepada SKK Migas kalau saat ini produksi di Tuban dan Ogan Komering masih di atas target walaupun belum ada tanda tangan kontrak gross split yang baru. Kami berkomitmen menjaga produksi," ujarnya pada Rabu (21/2).

Walaupun, Pertamina menjadi penentu keputusan akhir untuk menunjuk mitra yang mendampingi anak usahanya dalam mengelola blok terminasi, tetapi PHE telah berbicara dengan mitra existing terkait potensi kerja sama lebih lanjut.

Gunung menyebutkan, beberapa pihak mitra existing sudah diajak bicara. Pertama, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki alokasi saham 10%.

"Kalau mereka tertarik, kami akan bakal sama-sama membutuhkan dan maju, tetapi kami siap maju sendiri kalau mereka tidak tertarik," sebutnya.

Dia menyebutkan, mitra existing kedua adalah dari Petrochina dan Jadestone Energy yang Joint Operating Body (JOB) di Tuban dan Ogan Komering.

"Mereka [Petrochina dan Jadestone Energy] sudah mengaku tertarik dan sepakat untuk bersama-sama, tinggal tunggu dari Pertamina induk saja," sebutnya.

Nah, pada kontrak baru nanti, JOB yang sudah dibentuk di Tuban dengan Petrochina dan Ogan Komering bersama Jadestone kemungkinan tidak ada lagi.

Gunung menyebutkan, kalau dengan skema JOB porsi masing-masing menjadi 50%, tetapi pihaknya ingin menjadi mayoritas dan sebagai operator.

"Kalau selama ini kan JOB," ujarnya.

ertamina Hulu Energi (PHE) pun mencatat sudah mendapatkan penugasan untuk mengelola 5 blok terminasi dari total 8 blok yang ditugaskan kepada Pertamina.

Kelima blok itu antara lain, Tuban, Ogan Komering, Southeast Sumatra (SES), North Sumatra Offshore (NSO), dan North Sumatra B (NSB).

Sebenarnya, PHE adalah pengelola existing atas 4 blok dari 5 blok migas terminasi tersebut.

Anak usaha Pertamina itu menjadi pengelola di blok Tuban dalam skema JOB dengan Petrochina.

PHE juga terlibat sebagai pengelola pada blok Ogan Komering dengan perusahaan asal Kanada yakni, Talisman Energy. Namun, Talisman Energy menjual 50% kepemilikannya kepada Jadestone Energy sehingga JOB Ogan Komering menjadi antara PHE dengan perusahaan Kanada tersebut.

Lalu, sejak 2015, PHE juga menjadi pengelola blok NSO dan NSB dari operator sebelumnya yakni, Exxon Mobil.

Adapun, blok SES menjadi satu-satunya blok terminasi yang bukan merupakan pengelolaan PHE sebelumnya.

Sampai masa terminasi 2018, blok SES dikelola oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top