Tegaskan Komitmen Keselamatan Pelayaran, RI Serahkan Maket Kapal Navigasi ke IMO

Indonesia berkomirtmen memperkuat eksistensinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, salah satunya dengan mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Indonesia juga fokus pada serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia dan mendukung instrumen aturan yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  11:32 WIB
Kapal Navigasi - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, SEMARANG -- Pemerintah Indonesia menyerahkan maket kapal navigasi kepada Sekretariat Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London, Inggris.

Penyerahan maket kapal tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Kenavigasian, Sugeng Wibowo dan Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional, Dewa Made Sastrawan.  Sugeng mengatakan maket kapal yang diserahkan ke IMO merupakan yang pertama dari Indonesia.

"Di sela-sela sidang IMO NCSR, Indonesia menyerahkan maket kapal navigasi jenis Buoy Tender Vessel (BTV) Kelas I. Penyerahan tersebut selanjutnya akan didokumentasikan dan dilakukan pencatatan untuk inventaris di IMO," ujar Sugeng dalam siaran pers, Kamis (22/2/2018).

Menurut Sugeng, Indonesia berkomirtmen memperkuat eksistensinya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, salah satunya dengan mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Indonesia juga fokus pada serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia dan mendukung instrumen aturan yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO).

Sementara itu, Atase Perhubungan RI untuk London, Simson Sinaga mengatakan penyerahan maket kapal navigasi melengkapi keaktifan Indonesia di IMO sebagai negara yang serius dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

"Kehadiran Delri di sidang IMO ini untuk mengemban tugas memuluskan penetapan Traffic Separation Scheme (TSS) atau konsep rute kapal di Selat Lombok dan Selat Sunda kepada IMO," jelasnya.

Pemerintah Republik Indonesia mengajukan penerapan Traffic Separation Scheme (TSS) dan Ship Reporting System (SRS) di Selat Lombok dan Selat Sunda dalam sidang Organisasi Maritim Dunia (IMO) di London. Hal itu untuk menjamin keselamatan pelayaran di dua selat tersebut.

Usulan Indonesia tersebut diajukan dalam dalam Sidang International Maritime Organization (IMO) Sub-Committee on Navigation, Communication, Search & Rescue (NCSR) ke-5 di London, Inggris yang berlangsung 19-23 Februari 2018

Untuk diketahui, Traffic Separation Scheme (TSS) merupakan skema pemisahan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal yang berlawanan arah dalam suatu alur. Penetapan TSS mempertimbangkan kondisi lebar alur pelayaran, dimensi kapal, serta kepadatan lalu lintas pelayaran

Tag : kapal, kapal navigasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top