Slot Penerbangan Banyak Menganggur, IASM Lakukan Audit

Indonesia Airport Slot Management (IASM) akan melakukan evaluasi ketersediaan waktu terbang (slot time) di seluruh bandara di Indonesia pada Maret.
Rio Sandy Pradana | 22 Februari 2018 17:57 WIB
Pesawat Garuda Indonesia - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Indonesia Airport Slot Management (IASM) akan melakukan evaluasi ketersediaan waktu terbang (slot time) di seluruh bandara di Indonesia pada Maret.

Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/LPPNPI (AirNav Indonesia) Wisnu Darjono mengatakan evaluasi tersebut dilakukan setiap musim.

Maskapai bisa mengajukan atau mengubah ketersediaan waktu terbang sesuai kalender aktivitas International Air Transport Association Worldwide Scheduling Guideline (IATA WSG).

"IASM setiap 6 bulan sekali melakukan evaluasi, yakni pada Maret dan Oktober," katanya hari ini Kamis (22/2/2018).

Pada Maret, imbuhnya, akan diadakan slot conference yang terdiri dari IASM, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan.

Dia menjelaskan dalam evaluasi tersebut regulator akan memperhatikan maskapai yang memiliki ketepatan waktu terbang atau OTP (on time performance) lebih baik, waktu pengajuan, dan penggunaan ketersediaan waktu terbang.

Maskapai yang tidak melaksanakan terbang pada ketersediaan waktu yang diberikan minimal sebesar 80% pada satu periode evaluasi, akan kehilangan prioritas untuk periode selanjutnya.

AirNav Indonesia bersama dengan AP I dan AP II merupakan panitia IASM selaku pengelola ketersediaan waktu terbang.

"Saya ikut mengawasi karena bersentuhan langsung dengan kegiatan operasional," ujarnya.

Tag : slot penerbangan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top