Asian Agri Antisipasi Kebakaran Lahan

Asian Agri bersama warga desa terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran khususnya di Riau dan Jambi untuk menekan angka kejadian kebakaran lahan nasional.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  01:33 WIB
Ilustrasi-Pemadaman kebakaran hutan - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Asian Agri bersama warga desa terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah kebakaran khususnya di Riau dan Jambi untuk menekan angka kejadian kebakaran lahan nasional.

Upaya pengendalian kebakaran lahan berbasis pencegahan berbentuk imbauan, penyediaan peralatan pemadam kebakaran, dan pelatihan masyarakat terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai penyebab terjadinya kebakaran di desa maupun lingkungan di sekitar perkebunan.

“Kami bersama dengan masyarakat, aparatur desa dan pemangku kepentingan secara rutin melakukan patroli dan pemantauan daerah-daerah rawan yang berpotensi mengalami kebakaran di setiap desa, khususnya di daerah-daerah yang sedang dalam proses pembukaan lahan dan pembersihan lahan, serta daerah yang rawan akan konflik kepemilikan lahan,” ujar Manager of Sustainability Asian Agri Zulbahri dalam siaran pers pada Rabu (21/2/2018).

Untuk memaksimalkan usaha itu, lanjut dia, Asian Agri juga membangun menara pengawas api dan pos-pos pantau di daerah, serta memanfaatkan teknologi berbasis digital untuk memantau lokasi kebakaran dengan lebih cepat dan efisien sehingga penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Komitmen ini semakin diperkuat dengan Program Desa Bebas Api yang dilaksanakan sejak 2016 dan kini telah bermitra dengan sembilan desa di Riau dan tujuh desa di Jambi.

Masyarakat desa (Masyarakat Peduli Api) yang tergabung dalam program Desa Bebas Api diberikan pelatihan secara rutin untuk selalu siaga menyikapi terjadinya kebakaran.

Masing-masing desa mitra juga diperlengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman dini demi mencegah api yang meluas.

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak 1979 dan kini mempekerjakan sekitar 25.000 orang.

Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR - Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100.000 hektare lahan dan bermitra dengan 30.000 keluarga petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 ha.

Tag : Karhutla
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top