Ekspor Melamin ke India Berpotensi 20.000 ton Per Tahun

Directorate General of Anti-Dumping and Allied Duties India merekomendasikan tidak memperpanjang pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping produk melamin asal Indonesia yang masuk ke negara itu.
Rayful Mudassir | 24 Februari 2018 01:39 WIB
Ilustrasi - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Directorate General of Anti-Dumping and Allied Duties India merekomendasikan tidak memperpanjang pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping produk melamin asal Indonesia yang masuk ke negara itu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono menanggapi positif keputusan ini. Hal ini dinilai akan membuka kembali peluang ekspor melamin ke negara tersebut setelah bea masuk dicabut.

Menurutnya dengan dicabutnya BMAD, industri melamin dapat kembali bangkit untuk melakukan ekspor dengan potensi mencapai 30% dari kapasitas produksi per tahun atau sekitar 20.000 ton ke India.

“Secara kualitas kita cukup bagus. Ini kesempatan bagus untuk [kembali] ekspor karena potensi ekspor ke India cukup besar,” kata Fajar kepada Bisnis, Jumat (23/2/2018).

Setelah dikenakan BMAD oleh India, secara otomatis menyebabkan ekspor melamin kehilangan pasar. Bahkan sampai membuat pabrik industri itu terpaksa gulung tikar di Kalimantan Timur akibat tidak memiliki pasar.

Putusan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan para pemain industri peralatan rumah tangga melakukan ekspansi. Pemerintah diminta memberikan sosiasliasi serta bimbingan terkait pasar India.

“Kami berharap bantuan pemerintah seperti jaminan keuangan dan penyelenggaraan pameran terkait industri ini, karena secara kualitas kita kompetitif,” paparnya.

Tag : ekspor
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top