Jelang Pertemuan IMF, Kemenhub Soroti Perluasan Apron Ngurah Rai

Kementerian Perhubungan meminta PT Angkasa Pura I (Persero) agar mempercepat penyelesaian proyek perluasan landasan pesawat (apron) di Bandara Ngurah Rai Denpasar.
Rio Sandy Pradana | 26 Februari 2018 17:59 WIB
Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. - Antara/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan meminta PT Angkasa Pura I (Persero) agar mempercepat penyelesaian proyek perluasan landasan pesawat (apron) di Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan pengerjaan perluasan apron dan beberapa penambahan fasilitas lain di bandara tersebut harus sesuai dengan target, baik waktu, kuantitas, maupun kualitas.

Perluasan tersebut guna memberikan pelayanan maksimal kepada para tamu negara yang mengikuti pertemuan International Monetery Fund (IMF) Annual Meeting pada 8-14 Oktober 2018. Acara tersebut diperkirakan diikuti oleh 23 kepala negara dan 17.000 delegasi dari 189 negara.

"Saya minta pengerjaannya dipercepat karena waktu acaranya juga semakin dekat. Namun, saya ingatkan juga bahwa segi kualitas proyek jangan sampai dikorbankan," kata Agus, Senin (26/2/2018)

Dia mengaku melakukan pengecekan lapangan langsung pada pekan lalu. Selain persiapan perluasan apron, stasiun  Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dan hanggar kargo baru juga turut dipantau.

Menurutnya, dalam penerbangan semua hal harus presisi dan sesuai dengan aturan-aturan keselamatan penerbangan internasional dan nasional. Pengelola bandara harus melakukan kerjasama yang lebih baik lagi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan pengembangan beberapa fasilitas di bandara tersebut.

Agus menjelaskan penambahan fasilitas akan dilakukan dalam bentuk fisik dan non fisik untuk memberikan layanan yang maksimal kepada para delegasi IMF Annual Meeting 2018.

Fasilitas fisik yang akan ditambah adalah dua rapid exit taxiway, 11 parking stand di apron Utara, 11 parking stand di apron Selatan, 40 unit check-in counter internasional, dan gedung parkir lima lantai untuk 748 unit kendaraan.

Sementara, fasilitas nonfisik yang akan dikembangkan adalah jam operasional bandara akan diperpanjang menjadi 24 jam, serta kapasitas landasan pacu (runway) ditambah dari 27 pergerakan per jam menjadi 31 pergerakan per jam.

"Jika sebagai tuan rumah Indonesia bisa memberikan pelayanan yang maksimal, maka bisa membawa dampak yang positif di antaranya menumbuhkan kepercayaan dari negara-negara tersebut sehingga meningkatkan arus investasi," ujarnya.

Tag : imf, bandara ngurah rai
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top