Agar Kapal Besar Merapat, Pelindo III Keruk Teluk Lamong

PT Terminal Teluk Lamong, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) akan mengeruk kolam pelabuhan hingga kedalaman 16 meter guna mengakomodasi kapal-kapal berbobot tambun.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  15:46 WIB
PT Terminal Teluk Lamongan - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Terminal Teluk Lamong, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) akan mengeruk kolam pelabuhan hingga kedalaman 16 meter guna mengakomodasi kapal-kapal berbobot tambun.

Direktur Utama TTL, Dothy mengatakan saat ini kedalaman kolam pelabuhan di Teluk Lamong mencapai 14 meter muka air laut (LWS). Kolam sedalam itu menurutnya sudah bisa mengakomodasi kapal-kapal berbobot mati 80.000 ton.

Salah satu kapal teranyar yang merapat adalah MV Bulk Japan yang berbobot mati 82.951 ton. Kapal curah kering berbendera Liberia itu menjadi kapal curah terbesar yang singgah di Teluk Lamong. Dothy menyebut, semakin besar ukuran kapal, potensi efisiensi yang bisa dicatat juga semakin tinggi bagi pelaku industri logistik.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menggelontorkan dana untuk membangun infrastruktur di Teluk Lamong. Dengan kedatangan kapal besar, Dothy menilai investasi yang dilakukan perseroan sudah mulai membuahkan hasil. "TTL sangat siap melayani kapal berukuran besar karena saat ini memiliki kedalaman kolam pelabuhan hingga -14 meter LWS (di bawah permukaan air), nantinya akan dikeruk menjadi -16 meter LWS,” jelas Dothy, Selasa (27/2/2018).

Menurut Dothy, kesiapan infrastruktur pelabuhan dan efektivitas operasional bongkar muat menjadi faktor penting untuk menarik minat kapal-kapal asing berukuran besar bersandar di pelabuhan Indonesia. Sebelumnya, kapal asing enggan mampir karena infrastruktur pelabuhan pelabuha di Indonesia kurang memadai sehingga kapal lebih memilih transit di negara lain.

Di Terminal Teluk Lamong, proses bongkar muat dilakukan semi otomatis. Bongkar muat curah kering soya bean meal (bahan pakan ternak) juga didukung peralatan berupa 2 unit grab ship unloader berkapasitas hingga 2.000 ton per jam per unit. Bahan curah kering lalu diangkut menggunakan 2 lane conveyor langsung ke silo dan gudang berkapasitas total hingga 200.000 ton.

Bila kondisi cuaca kondusif, kecepatan bongkar muat curah kering di TTL bisa mencapai rata-rata 20.000 ton per hari. Walhasil, kapal berkapasitas sejenis dengan MV Bulk Japan bisa menyelesaikan bongkar muat dan pembersihan maksimal empat hari. “Kapal MV Bulk Japan asal Brazil mempercayai TTL untuk menjadi single port (satu-satunya destinasi pelabuhan) di Indonesia untuk membongkar seluruh muatan,” imbuh Dothy.

Tag : pelindo iii, teluk lamong
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top