Pemerintah Putar Otak Genjot Produksi Sawit Dua kali Lipat

Pemerintah berencana melakukan diskusi tentang peningkatan produktivitas lahan sawit sebesar 8 ton hektare per tahun sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  11:29 WIB
Dua orang petani meninjau perkebunan sawit milik mereka yang sudah berumur tua untuk mengikuti program 'replanting' di Desa Kota Tengah, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11). Program replanting atau peremajaan sawit rakyat ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor kelapa sawit yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani sawit. ANTARA FOTO - Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana melakukan diskusi tentang peningkatan produktivitas lahan sawit sebesar 8 ton hektare per tahun sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mendiskusikan rancangan instruksi Presiden tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit dan Peningkatan Produktivitas.

Pemerintah berharap dengan kebijakan baru produktivitas kelapa sawit dapat meningkatkan sekalipun tidak ada penambahan lahan. Kebijakan tersebut mendorong produktivitas perkebunan sawit Indonesia mencapai 8 ton hektare per tahun.

Produktivitas kelapa sawit Indonesia baru mencapai 2—4 ton hektare per tahun. Dibandingkan dengan Malaysia produktivitas kelapa sawit domestik masih tertinggal sekitar 6 ton hektare per tahun.

Pemerintah memfokuskan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat yang luasnya mencapai 4,55 juta ha karena pengelolaannya dinilai kurang maksimal.

Dalam keterangan resmi Kantor Staf Presiden, pemilihan bibit dan pemupukan menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Penggunaan bibit unggul dan pemupukan yang tepat berdasar kondisi tanah diprediksi mampu mendongkrak produktivitas.

Kedua faktor tersebut bisa meningkatkan 2 kali lipat produksi tandan buah segar (TBS) , tanpa harus menambah luas lahan.

Sementara itu, pada 2017 program peningkatan produktivitas kelapa sawit sudah dimulai melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, peremajaan dilakukan pada kebun sawit seluas 4.400 hektare yang dikelola oleh masyarakat. Di Sumatera Utara lahan seluas 9.109 hektare yang tersebar di 12 kabupaten pun perlu diremajakan, antara lain Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah.

Dalam dua kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan peremajaan dimulai dari tanaman sawit yang paling tua dengan umurnya di atas 25 tahun dan produktivitasnya rendah.

Tag : kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top