Jokowi Undang 11 Ekonom ke Istana Kepresidenan Bahas Pangan

Presiden Joko Widodo mengundang 11 ekonom ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas masalah pangan di Tanah Air yang mencuat beberapa waktu terakhir.
Newswire | 27 Februari 2018 19:31 WIB
Pekerja memindahkan karung berisi beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (19/1). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -  Presiden Joko Widodo mengundang 11 ekonom ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas masalah pangan di Tanah Air yang mencuat beberapa waktu terakhir.

"Kami sebelas ekonom, hampirnya seluruhnya adalah ekonom bidang pertanian dan perikanan, tadi diajak Bapak Presiden untuk mendiskusikan dua hal yang saling terkait," kata ekonom Institut Pertanian Bogor Bayu Krisnamurthi usai pertemuan tersebut di Jakarta, Selasa (27/2/2018) petang.

Ia menyebutkan dua hal yang terkait itu adalah mengenai situasi pangan dan kaitannya dengan kemiskinan.

"Kalau dipelajari hasil dari analisis terhadap kemiskinan yang diumumkan pemerintah pada bulan Januari 2018 itu menunjukkan stabilitas harga pangan berkontribusi sangat besar terhadap penurunan angka kemiskinan di Indonesia," tuturnya.

Mantan Wamendag itu menyebutkan, pihaknya menyampaikan perlunya perhatian adanya kenaikan harga pangan yang sekarang terjadi khususnya di perberasan.

Menurut dia, pertemuan 11 ekonom dengan Presiden Jokowi juga membahas banyak hal antara lain mengenai masalah data, perkembangan konsumsi yang sudah berubah, dan bagaimana usaha meningkatkan pendapatan petani.

"Tadi kami bersepakat dengan pandangan Presiden,  stabilitas harga pangan berdampak positif kepada pendapatan petani," ujarnya.

Menurut dia, stabilitas harga pangan akan berdampak pada pengurangan kemiskinan pada kelompok petani jika ada kegiatan-kegiatan petani di luar usaha taninya.

Intinya bagaimana petani dapat memperoleh nilai tambah dari kegiatan pengolahan, 'rice miling' (penggilingan padi) bahkan sampai ke penjualan atau pemasaran.

"Itu yang kita bahas dengan Bapak Presiden, diskusinya cukup panjang sebenarnya," kata Bayu Krisnamurthi.

Sumber : ANTARA

Tag : pangan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top