AS Kenakan BMAD, Eksportir Biodiesel Diminta Maksimalkan Pasar Alternatif

Eksportir biodiesel berbahan dasar CPO diminta memaksimalkan sejumlah negara tujuan ekspor komoditas tersebut pasca pemberlakuan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) oleh AS untuk produk biodiesel yang berasal dari Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  15:49 WIB
Ilustrasi biodiesel. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Eksportir biodiesel berbahan dasar CPO diminta memaksimalkan sejumlah negara tujuan ekspor komoditas tersebut pasca pemberlakuan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) oleh AS untuk produk biodiesel yang berasal dari Indonesia.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri menuturkan eksportir dapat mengintensifkan perdagangan ke sejumlah negara yang telah menerima biodiesel Indonesia.

"Intensifikasi ekspor juga dapat dilakukan ke negara tujuan ekspor alternatif, terutama pasar non tradisional," katanya kepada Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Ekspor biodiesel Indonesia ke dunia mencapai 286,5% atau meningkat 54,7% secara year-on-year (yoy) pada 2016.

Negara tujuan ekspor terbesar saat itu adalah AS dengan nilai ekspor mencapai US$255,6 juta atau naik 73,9% secara tahunan. Jumlah itu juga setara dengan porsi sebanyak 89,2% dari total ekspor.

Namun, pada 2017, ekspor biodiesel Indonesia ke dunia mengalami penurunan sebesar 57% menjadi US$123,3 juta atau. Penurunan ini disebabkan karena ekspor ke AS terhenti.

Meski demikian, masih ada negara-negara tujuan ekspor lainnya yang konsisten menerima biodiesel Indonesia seperti Spanyol, Italia, Malaysia, dan Korea Selatan (Korsel). Tahun lalu, porsi ekspor ke negara-negara tersebut masing-masing 78,3%, 16,4%, 4,9%, dan 0,4%.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan pihaknya akan memperluas pasar ekspor komoditas itu untuk meningkatkan ekspor yang cenderung menurun drastis sejak 2017.

"Kami buka pasar baru, bukan hanya biodiesel, turunan dari CPO kan banyak," ujarnya.

Ekspor biodiesel ke AS sudah dihentikan sejak Negeri Paman Sam memutuskan mengenakan BMAD saat penyelidikan awal, dengan besaran 50,71% pada 19 Oktober 2017, untuk seluruh eksportir biodiesel Indonesia seperti Wilmar Trading PTE Ltd dan PT Musim Mas.

Tekanan AS tidak sampai di situ. Pada Rabu (21/2), Departemen Perdagangan AS menetapkan BMAD akhir bagi eksportir Tanah Air sebesar 92,52%. Sementara itu, khusus untuk PT Musim Mas besaran yang ditetapkan meroket hingga 276,65%.

Tag : Biodiesel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top