Sofyan Basir: Perpres Harga Batu Bara untuk PLTU Terbit Awal Maret

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir memastikan regulasi mengenai pengaturan harga batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU akan segera terbit awal Maret ini.
Denis Riantiza Meilanova | 28 Februari 2018 14:37 WIB
Aktivitas di area pertambangan batu bara PT Adaro Indonesia, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir memastikan regulasi mengenai pengaturan harga batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU akan segera terbit awal Maret ini.

"Mudah-mudahan minggu ini atau awal Maret Perpres [Peraturan Presiden] akan keluar untuk mengamankan PLN ke depan," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Dia mengatakan saat ini produksi listrik PLN sekitar 55% menggunakan bahan bakar batubara dan diperkirakan kebutuhan batubara PLN akan terus meningkat beberapa tahun ke depan. 

Sedangkan di sisi lain, harga batubara terus meningkat signifikan.  Di tengah tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik sepanjang tahun lalu hal ini kemudian membuat kondisi finansial perseroan tertekan. 

"Pada 2017 opportunity loss hampir Rp20 triliun karena tidak ada penyesuaian tarif sehingga kami harus kurangi pendapatan kami," kata Sofyan.

 Guna menjaga kesehatan finansial PLN dan mencegah kenaikan tarif listrik, PLN pun meminta kepada Presiden Joko Widodo agar ada arahan untuk menurunkan harga domestic market obligation (DMO) hingga US$60 per metrik ton beberapa waktu lalu.

Awal bulan lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan telah memanggil PLN, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, dan sejumlah produsen batu bara untuk membicarakan skema pengaturan harga khusus batu bara tersebut.  Namun dalam pertemuan tersebut pihak PLN dan pengusaha batubara belum mencapai kesepakatan harga yang diterima kedua belah pihak.

Tag : harga batu bara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top