Ini Sikap Pertamina Terkait Pengelola Lapangan Sukowati

Pemerintah diminta segera menetapkan PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), sebagai kontraktor lapangan Sukowati di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, agar pengelolaan cadangan minyak tersebut bisa lebih optimal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  20:09 WIB
Pompa angguk milik Unit Bisnis Pertamina EP Sangasanga Tarakan di sumur minyak Juata, Tarakan, Kalimantan Timur. - JIBI

Bisnis.com, Jakarta – Pemerintah diminta segera menetapkan PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), sebagai kontraktor lapangan Sukowati di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, agar pengelolaan cadangan minyak tersebut bisa lebih optimal.

“Dengan penetapan operator ke PEP tanpa harus menunggu status Wilayah Kerja Tuban, maka pengelolaan lapangan Sukowati bisa lebih optimal,” ujar Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Syamsu mengatakan sikap Pertamina terkait pengelola lapangan Sukowati sudah disampaikan dan dikomunikasikan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Pada 17 November 2017, Kepala SKK Migas telah mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Operator Lapangan Unitisasi Sukowati, Fasilitas Produksi CPA Mudi, dan FSO Cinta Natomas Pasca 28 Februari 2018.

Syamsu Alam menegaskan dirinya siap menemui Menteri ESDM untuk mengomunikasikan pengelolaan lapangan Unitisasi Sukowati yang sejatinya dapat langsung diberikan kepada PEP. "Waktunya tentu disesuaikan dengan agenda Pak Menteri, secepatnya akan lebih baik," ujarnya.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM, Susyanto mengakui adanya rencana pertemuan Syamsu Alam dengan Menteri ESDM untuk membahas pengelolaan lapangan Sukowati. Kementerian ESDM masih mengkaji apakah betul unitisasi itu sudah habis atau belum.

“Jika dalam satu bulan ke depan misalnya ada pembuktian bahwa ternyata unitisasi sudah habis, pengelolaannya ke PEP. Tinggal dialihkan saja,” katanya di sela sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (28/2).

PEP telah mengajukan diri mengelola lapangan unitisasi Sukowati yang dimasukkan pengelolaannya dalam Wilayah Kerja Tuban. PEP berkomitmen meningkatkan produksi lapangan Sukowati sebesar 1.500 barel per hari (bph) dari kapasitas produksi saat ini yang di bawah 10 ribu bph.

Saat ini lapangan Sukowati dikelola oleh Joint Operating Body Pertamina Hulu Energi-PetrcoChina East Java (JOB PPEJ). Kontrak kerja sama WK Tuban berahir pada 28 Februari 2018.

Tetuka Ariadji, Ketua Umum Ikatan Ahli Tehnik Perminyakan Indonesia (IATMI), menjelaskan pemerintah telah memberikan perpanjangan enam bulan kepada kontraktor eksisting. Hal ini agar produksi lapangan tersebut tetap jalan (running).

“Apabila memang bagian Unitisasi JOB PPEJ sudah habis, operator tersebut hanya mendapatkan fee operating cost. Mereka tak dapat jatah produksi lagi semestinya,” ujarnya.

Setelah masa kontrak berakhir 28 Februari 2018, pengelolaan lapangan Sukowati jatuh ke PEP dan mengikuti skema bisnis yang berlaku. Pemerintah akan mendapat porsi bagi hasil dengan PEP. "Hanya ada pengurangan dulu dari operating cost," ujarnya.

Menurut Tetuka, sebetulnya ini bukan hal sulit karena Pertamina pasti sudah bisa mengelolanya. Apalagi tidak ada teknologi yang baru atau advanced.

“Tinggal pekerjaan manajemen/bisnis. Semestinya tidak memerlukan waktu lama untuk bisa dikelola Pertamina,” katanya.

Sumber : Antara

Tag : migas
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top