DPR: UU Penghambat Perkembangan Maritim Bakal Direvisi

DPR akan terus mendorong upaya seluruh komponen bangsa untuk menjadakan RI sebagai poros maritim dunia.
Akhmad Mabrori | 28 Februari 2018 02:51 WIB
Penyampaian apresiasi ke perusahaan pelayaran oleh STIP di Jakarta (27/2/2018). - Bisnis.com/ Akhmad Mabrori

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat meyakini Indonesia bisa menjadi negara berkekuatan maritim global terbesar sehingga menjadi poros maritim dunia jika mampu mengelola semua potensi yang ada didalam negeri.

Anggota Komisi V DPR RI yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAIP), Anthon Sihombing mengatakan DPR akan terus mendorong upaya seluruh komponen bangsa untuk menjadakan RI sebagai poros maritim dunia.

Karena itu, jika ada aturan atau regulasi didalam negeri yang justru dinilai menghambat guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sebagai anggota Dewan, dia akan mendorong untuk direvisi.

"Sebagai contoh, UU No. 17/2008 tentang Pelayaran. Saya juga mendengar UU itu justru berpotensi menghambat perkembangan kemaritiman nasional. Kalau harus direvisi, silakan dipersiapkan konsepnya seperti apa dan saya akan dorong," ujarnya.

Anthon mengatakan hal itu saat berbicara pada Seminar Dies Natalis ke-61 bertema Rencana Strategis Pengembangan dan Inovasi Kinerja STIP dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta pada Selasa (27/2/2018).

Anthon juga mengemukakan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia diperlukan kerja sama semua pihak terkait di sektor maritim. "Jangan sampai pelaku di sektor ini jalan sendiri-sendiri, mesti bekerja sama," paparnya.

Ketua STIP Sahatua P. Simatupang mengatakan berdasarkan catatan International Maritime Organization (IMO), Indonesia kini tercatat di urutan ke-11 terbesar sebagai negara yang memiliki kapal dan berada pada urutan keempat sebagai pemasok pelaut di tingkat global.

Tag : poros maritim
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top