Benih Berkualitas Bakal Kerek Produksi Udang 2018

Produksi udang nasional diperkirakan bertambah 50.000 ton atau naik hampir 13% tahun ini setelah tahun lalu mencapai 390.000 ton. Suplai benih yang lebih bermutu diyakini akan mengerek volume produksi.
Sri Mas Sari | 28 Februari 2018 17:46 WIB
Udang vaname - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi udang nasional diperkirakan bertambah 50.000 ton atau naik hampir 13% tahun ini setelah tahun lalu mencapai 390.000 ton. Suplai benih yang lebih bermutu diyakini akan mengerek volume produksi.

Presiden Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Soetanto mengatakan masalah benur yang tidak berkualitas selama ini membuat produksi udang nasional sulit melesat. SCI mencatat 40% benur di Indonesia tak terjamin bebas patogen tertentu (nonspecific pathogen free/non SPF).

Akibatnya, benur tidak dapat dipastikan tahan penyakit. Penyakit kotoran putih atau white feses disease (WFD) dan penyakit bercak putih atau white spot syndrome virus (WSSV) adalah dua penyakit yang menjadi momok bagi budi daya udang nasional.

"Namun, akan ada benih bagus tahun ini, 500 juta ekor, dan itu SPF. Itu akan menambah produksi 50.000 ton," katanya dalam Outlook Perikanan 2018, Rabu (28/2/2018).

Iwan menuturkan proyeksi peningkatan produksi dapat terwujud selama birokrasi di daerah mendukung. Pasalnya, pelaku usaha kerap harus mengeluarkan biaya meskipun pengurusan izin dijanjikan gratis di atas kertas. Dia memberi contoh, untuk membebaskan tanah saja, petambak harus mengeluarkan puluhan miliar.

Di samping itu, ketidakpastian rencana tata ruang wilayah sering mengganggu ekspansi petambak.

"Karena kepentingan investor, yang tadinya peruntukan tambak tiba-tiba berubah menjadi peruntukan pabrik," ungkapnya.

SCI mencatat produksi udang tahun lalu 390.000 ton yang disumbang dari produksi tambak anggota SCI 280.000 ton, petambak terintegrasi 20.000 ton, dan petambak tradisional dan semiintensif 90.000 ton.

Seluruh produksi tambak anggota SCI dan tambak terintegrasi berupa udang vannamei, sedangkan produksi tambak tradisional dan semiintensif berupa udang windu (giant tiger) dan vannamei.

Adapun luas tambak di Indonesia 380.000 ha yang terdiri atas tambak tradisional 65%, tambak semiintensif 25%, dan tambak intensif 10%.

Realisasi produksi udang 2017 versi SCI sesungguhnya jauh di bawah angka Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan angka sangat sementara Ditjen Perikanan Budidaya KKP, produksi udang selama Januari-Oktober 2017 sebanyak 555.138 ton.

Proyeksi produksi udang tahun ini menurut SCI pun lebih pesimistis dibandingkan dengan target produksi udang KKP yang dipatok 700.000 ton.

Tag : udang, perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top