Vexanium Sukses Jual 300 Juta Token

Platform pemasaran terdesentralisasi yang mengusung teknologi blockchain Vexanium berhasil menjual 300 juta token saat penjualan umum dan terbatas setelah initial coin offering (ICO) dimulai pada 16 Mei 2018 dan berakhir pada 7 Juni 2018.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 Juli 2018  |  08:19 WIB
blockchain - Coin Stocks
Bisnis.com,JAKARTA - Platform pemasaran terdesentralisasi yang mengusung teknologi blockchain Vexanium berhasil menjual 300 juta token saat penjualan umum dan terbatas setelah initial coin offering (ICO) dimulai pada 16 Mei 2018 dan berakhir pada 7 Juni 2018.

Founder Vexanium, Danny Baskara mengemukakan Vexanium akan terus mendorong industri voucher dan kupon untuk bertransformasi sehingga dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh para peritel dan konsumen. Menurutnya, peritel yang menjual produk dan layanan melalui platform pemasaran online dengan traffic tinggi, seperti di antaranya yaitu Groupon, Dianping, dan Meituan, kerap menawarkan voucher dan kupon untuk menarik minat konsumen.

"Melalui platform Vexanium, perusahaan-perusahaan bisa menciptakan point reward dalam bentuk token digital di aplikasi untuk program loyalitas mereka," tuturnya, Selasa (17/7).

Dia menjelaskan Vexanium telah menyiapkan aplikasi VEX yang dirancang bagi pengguna untuk melakukan akuisisi dan aktivasi yang bisa membawa pelaku industri voucher dan kupon menjadi On-Chain. Dia mengatakan bahwa aplikasi itu sudah terintegrasi dengan sejumlah bursa crypto agar para pengguna yang terdiri dari peritel, konsumen, dan penggemar crypto bisa mengubah voucher dan kupon menjadi token VEX sehingga pengguna dapat menyimpan, menarik, menjual, dan mematok harga token voucher dan kupon melalui aplikasi.

"Perusahaan-perusahaan yang ingin memanfaatkan dengan baik platform Vexanium dan mau membuat token di aplikasi mereka, harus membeli token digital Vexanium (VEX) yang banyak karena setiap transaksi akan membutuhkan token VEX. Ini merupakan bagian dari ekosistem Vexanium," katanya.

Vexanium menargetkan agar marketplace Vexanium berfungsi penuh dan terbuka bagi pengguna, termasuk merchant and pengguna individu di Indonesia pada Q4 2018. Sementara itu, perusahaan ini bertujuan untuk mendirikan dan meluncurkan VEXchange dan VEXplorer pada Q2 2019 untuk memungkinkan pengguna setingkat merchant dan enterprise dalam merancang kampanye pemasaran yang memanfaatkan voucher token melalui aplikasi satu pintu.

Selain Indonesia, perusahaan ini berencana untuk menghadirkan solusinya di kota-kota besar lain di wilayah Asia, termasuk Kuala Lumpur, Ho Chi Minh City, Seoul, Hong Kong, dan Bangkok, selain Dubai, pada 2019. Perusahaan ini juga berencana untuk masuk ke sentra bisnis besar lainnya di wilayah ini pada 2020. Kepastian, likuiditas, dan desentralisasi Vexanium akan merevolusikan pasar-pasar tersebut, selain membawa era blockchain ke berbagai peritel dan pengguna.

Tag : blockchain
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top