PLN Akan Suplai Listrik Untuk Lima Kilang Pertamina

Pertamina dan PLN bekerja sama untuk penyediaan layanan kelistrikan dari untuk lima kilang Pertamina, yakni refinery unit (RU) II Dumai, RU III Plaju-Sungai Gerong, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, dan RU VI Balongan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 03 Agustus 2018  |  14:54 WIB
Kilang pengolahan minyak di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama penyediaan layanan kelistrikan dari pembangkit PLN untuk lima kilang Pertamina. Kelima kilang tersebut adalah refinery unit (RU) II Dumai, RU III Plaju-Sungai Gerong, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, dan RU VI Balongan.

Proyeksi kebutuhan total daya listrik yang akan digunakan kilang-kilang minyak itu sebesar 217 mega volt ampere (MVA) dan selanjutnya dapat bertambah 104 MVA.

Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif mengatakan layanan kelistrikan PLN untuk kilang rencananya akan berlangsung dalam dua tahap, dan akan menghasilkan penghematan biaya listrik untuk operasional pembangkit sekitar Rp2,79 triliun per tahun.

“Kalau menggunakan listrik PLN akan ada penghematan yang cukup banyak. Selama ini kami pakai steam turbin generator untuk listrik, itu pake fuel lebih mahal. Dengan kerja sama ini, fuel yang dipakai pembangkit jadi bisa dijual sebagai produk,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Selain itu, Pertamina juga bisa menjadi lebih fokus pada operasional dan pemeliharaan Kilang, fleksibilitas pengaturan O/H steam boiler, dan dapat menurunkan Energy Intensitas Index (EII).

Budi berujar, keinginan menggunakan listrik PLN untuk pengoperasian kilang-kilang Pertamina sudah cukup lama. Namun, pihaknya selama ini masih ragu dengan keandalan listrik PLN. Pasalnya, kestabilan pasokan listrik sangat penting dalam pengoperasian kilang. “Kalau listrik kedip sedikit saja, sistem kami itu frekuensi yang turun langsung shutdown,” katanya.

Saat ini, Pertamina telah memanfaatkan listrik PLN walaupun sebatas untuk perumahan/apartemen dan perkantoran dengan tegangan menengah 20 kilo Volt (kV), untuk 3 kilang yaitu RU IV, RU V dan RU VI totalnya mencapai sebesar 15,7 MVA.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan, PLN mampu untuk memenuhi listrik kilang-kilang minyak dengan layanan khusus.

“PLN siap memasok listrik untuk kilang minyak Pertamina, baik dari sisi pembangkit maupun jaringan transmisinya, dengan kualitas dan keandalan yang tinggi tentunya,” ujar Syofvi.

Pihaknya juga menjamin pasokan listrik ke kilang Pertamina akan terjaga. Bila terjadi gangguan pada sistem kelistrikan PLN, dia memastikan penanganan akan dilakukan dalam waktu cepat.

“Kami jamin kejadian gangguan itu 90 milisekon harus clear di sistem kami, itu kalau terjadi gangguan di sistem 500 kV. Kalau 150 kV itu 120 milisekon harus clear,” katanya.

Setelah penandatangan ini, sebagai langkah awal, Pertamina akan memberikan data terkait kebutuhan listrik bagi kilang minyak miliknya tersebut. Sedangkan PLN akan mempelajari dan mempersiapkan kebutuhan listrik serta skema penyaluran. Proses kajian diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 bulan yang kemudian dilanjutkan dengan kontruksi.

Sementara itu, khusus RU V saat ini memasuki tahap konstruksi penyambungan dari PLN dengan kapasitas penyambungan 31,5 MVA dengan tegangan tinggi 150 kV untuk memasok beban kilang yang non kritikal seperti Lube Oil Complex (LOC).

Pertamina menilai kapasitas terpasang listrik PLN saat ini cukup besar dan berlebih, sehingga dengan menggunakan listrik PLN keberlangsungan pasokan listrik bisa lebih terjamin. Dari sisi kualitas, listrik PLN juga lebih baik, khususnya untuk tegangan tinggi (150 kV).

“Kami berharap PLN bisa terus mengembangkan jaringan listrik dan kualitas listriknya sehingga pasokan listrik ke kilang benar-benar handal dan operasi kilang menjadi lebih handal dan efisien,” kata Budi.

Tag : PLN, pertamina
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top