Aplikasi Anterin, Layanan Transportasi Online Bebas Pilih Tarif

Layanan transportasi online Gojek dan Grab mulai kedatangan pesaing baru. Adalah aplikasi Anterin, layanan online serupa menjadi alternatif baru bagi pengguna jasa transportasi daring.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 Agustus 2018  |  09:20 WIB

Bisnis.com, Jakarta - Layanan transportasi online Gojek dan Grab mulai kedatangan pesaing baru. Adalah aplikasi Anterin, layanan online serupa menjadi alternatif baru bagi pengguna jasa transportasi daring.

Chief Executive Officer Anterin, Imron Hamzah mengatakan Anterin diciptakan dengan sebuah konsep baru tanpa mencampuri urusan tarif. Aplikasi ini menerapkan sistem lelang dalam penerapanya.

“Ini merupakan konsep baru yang membutuhkan learning prove buat warga (pengemudi) dan pengguna yang saat ini terbiasa nunggu order. Nah ini model baru,” kata Imron melalui rilis yang diterima Bisnis, Jumat (17/8/2018).

Menurutnya, Anterin memberikan pilihan kepada pengguna memilih driver dengan penawaran harga terbaik. Marketplace ini dinilai satu-satunya yang menjaga transparansi harga antara pengemudi dan pengguna sehingga tidak ada yang dirugikan. Tarif sendiri ditentukan berdasarkan mekanisme pasar.

“Driver bebas menentukan harga per kilometer, sementara pengguna bebas memilih driver berdasarkan harga yang dimasukkan si driver, jenis kelamin, maupun armada yang digunakan,” katanya.

Tahun ini Anterin bekerja sama dengan TVS Motor untuk inovasi terbaru mereka yakni menyediakan armada bagi anggota (driver) mereka yang bergaung. Pengemudi akan mendapatkan subsidi uang muka motor TVS dengan syarat yang sama dengan pengajuan kredit motor cicilan rendah.

Motor TVS jenis Dazz diberikan subsidi down payment (DP) dari Anterin. Sementaran untuk cicilan kredit, Anterin memprovide sistem pembayaran melalui pendapatan para driver. Motor Matic 110 cc itu akan disewakan kepada 4.000 pengemudi Anterin yang mendaftar dalam satu tahun ini.

“Ini kita sewakan kepada mereka selama tiga tahun kalau selesai nanti motornya bisa buat mereka, perjanjiannya nanti sewa-beli. Mereka menyewa bayar Rp20.000/hari. Setelah tiga tahun itu menjadi milik driver. Kami bebaskan driver mendapatkan langganan dan kami tidak threat sebagai transaksi fiktif,” jelasnya.

Anterin turut menggandeng perusahaan teknologi ‘HERE’ untuk memperbaiki fitur peta wilayah yang mereka gunakan untuk memudahkan penggunaan aplikasi. Saat ini Anterin telah beroperasi selama satu tahun.

Imron menuturkan, saat ini Anterin memiliki lebih dari 200.000 pengemudi yang bertumbuh secara organik, khususnya yang berbasis di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Tag : transportasi online
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top