Ini Catatan ALFI Terkait Beroperasinya 16 Pelabuhan di KTI

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut positif terkait beroperasinya 16 pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diresmikan Menteri BUMN Rini Soemarno, di Jayapura, Jumat (24/8/2018) lalu.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 26 Agustus 2018  |  11:15 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (kedua kiri) di dampingi oleh Ketua Umum GINSI Anthon Sihombing (dari kiri), Ketua Umum ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, dan Kasubdit Impor Dirjen Bea & Cukai Djanurindro Wibowo dalam acara Forum Logistik bertajuk Dwelling Time, di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut positif terkait beroperasinya 16 pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diresmikan Menteri BUMN Rini Soemarno, di Jayapura, Jumat (24/8/2018) lalu.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan dalam perspektif pemerataan pembangunan tentunya pembangunan infrastruktur di KTI dinilai sangat positif.

Namun, Yukki tetap memberi catatan terhadap pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan harus dibarengi dengan infrastruktur jalan yang memadai.

"Tentunya bukan hanya pelabuhannya saja yang dibangun tetapi semua infrastruktur jalan menuju dan keluar pelabuhan harus juga memadai agar tidak terjadi kemacetan dimana hal ini terjadi di pelabuhan di Jawa. Jadi semua harus terintegrasi dengan moda lainnya," katanya, Minggu (26/8/2018).

Selain itu, ada pekerjaan rumah lain yang menyangkut dengan prinsip ship follow the trade yaitu bagaimana kapal dapat terisi di atas 80% terutama yang datang dari KTI mengingat saat ini keterisian kapal rata-rata baru mencapai 55%.

"Kapasitas yang terisi tentunya harus dilihat dari mana kapal itu dan akan kemana. Ukuran kapal tersebut berikut kapasitas pelabuhannya itu sendiri, tapi kalau kita ambil rata-rata untuk wilayah indonesia timur baru 55 %," katanya.

Menurut Yukki, untuk hal itu harus dilihat juga dari mata rantai pasok berikut jenis komoditinya mengingat wilayah Indonesia timur sangat luas.

Kendati demikian, dia tetap mengapresiasi pemerintah dalam pemerataan pembangunan khususnya di KTI. "Jadi kita tetap apresiasi pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur di wilayah indonesia timur," ujarnya.

Selain itu, dia berharap ada sinergi yang dilakukan semua pihak di samping tugas pemerintah itu sendiri. "Tentunya ini bukan tugas pemerintah atau Pelindo IV semata tapi tanggung jawab kita semua untuk mengoptimalisasi," ungkapnya.

Sebelumnya, 16 proyek yang telah diresmikan tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun Pelindo IV (Persero), hal ini dinilai akan mendorong pembangunan di wilayah Timur yang masih tertinggal.

Adapun 16 pelabuhan tersebut terdiri dari lima pelabuhan di Papua, lima pelabuhan di Pulau Sulawesi, empat pelabuhan di Pulau Kalimantan dan dua pelabuhan di wilayah Ambon dan Ternate.

Lima pelabuhan di Papua yaitu Pelabuhan Jayapura, Pelabuhan Biak, Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Manokwari.

Kemudian lima pelabuhan di Pulau Sulawesi adalah Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Pare-pare dan Pelabuhan Gorontalo.

Sementara itu, dua pelabuhan di wilayah Maluku dan Ternate adalah Pelabuhan Ambon dan Pelabuhan Ternate dan empat pelabuhan di Pulau Kalimantan adalah Pelabuhan Balikapapan, Pelabuhan Tarakan, Pelabuhan Nunukan dan Pelabuhan Sangatta.

"Ini sebuah pencapaian yang besar dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Pembangunan pelabuhan-pelabuhan akan membantu masyarakat terutama dalam mendorong konektivitas laut dan daya saing di wilayah Timur Indonesia. Terima kasih kepada Pelindo IV yang sudah bekerja keras," ungkap Rini dalam siaran pers, Jumat (24/8/2018)

Tag : alfi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top