Astra Siap Berinvestasi di Pelabuhan Penajam

Astra Infra (Grup Astra) berkomitmen menginvestasikan dana cukup besar untuk mengembangkan Pelabuhan Penajam Banua Taka atau Astra Port-Eastkal.
Hendra Wibawa | 29 Agustus 2018 15:03 WIB
Pelabuhan Penajam Banua Taka atau dikenal sebagai Astra Infra Port - Eastkal. - Istimewa

Bisnis.com, PENAJAM PASER UTARA -- Astra Infra (Grup Astra) berkomitmen menginvestasikan dana cukup besar untuk mengembangkan Pelabuhan Penajam Banua Taka atau Astra Port Eastkal.

Chief Port Business Group Astra Infra Billy P. Kadar menyatakan komitmen itu sejalan dengan rencana pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan PT Pertamina (Persero) yang akan menambah kapasitas produksi 100.000 barel per hari. 

"Astra berkomitmen dengan investasi fasilitas. Dengan land bank yang kami punya, bisa mendukung proyek RDMP itu," ujarnya saat menerima kunjungan media di Pelabuhan Penajam Banua Taka, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (29/8/2018).

Saat ini, Astra Port Eastkal sudah memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti jetty sepanjang 200 meter, mengantongi izin Badan Usaha Pelabuhan (BUP), dalam proses hak konsesi, serta mempunyai sertifikasi Kode Keamanan Internasional atas Fasilitas Pelabuhan atau ISPS Code. 

Sertifikasi ISPS Code membuat pelabuhan tersebut bisa disandari oleh kapal asing. 

Namun, Billy enggan menyebutkan nilai investasi yang disiapkan Grup Astra dengan alasan menunggu kepastian hasil lelang pembangunan RDMP pada Oktober 2018.

"Belum ada perhitungan nilai proyeknya, pengembangan berapa. Nanti spesifikasi seperti apa tergantung hasil lelang RDMP," ungkapnya.

Direktur Astra Port Eastkal Wisnu Prabakti menambahkan pihaknya dalam proses diskusi dengan konsorsium yang ikut lelang proyek pembangunan RDMP Balikpapan. 

"Oktober 2018 baru diumumkan, setelah itu kami baru bicara detail investasi di sini. Area kami baru terpakai 30% dari total 95 hektare (ha). Kami masih dalam proses diskusi dengan perusahaan yang ikut bidding," terangnya.

Dalam program 2019-2020, Astra Infra memproyeksikan memperluas gudang terbuka atau open yard. Selain itu, jetty Astra Port Eastkal bakal diperpanjang menjadi 350 meter atau 400 meter. 

Saat ini, perusahaan mengaku memiliki kontrak berjalan dengan enam perusahaan kontraktor yang melayani industri minyak dan gas bumi. Keenam perusahaan itu adalah Saka Energy-South Sesulu, Eni East Sepinggan, MI-Swaco (Schlumberger Group), Halliburton, COSL, dan Dowell.

"Kami mendapatkan kontrak cukup besar dari Saka Energy-South Sesulu dan PT Saipem Tripatra Chiyoda Joint Operation," tutur Wisnu.

Sejauh ini, kegiatan drilling Pertamina Hulu Mahakam masih menjadi konsumen utama pelabuhan tersebut. 

Astra Port Eastkal beroperasi di Selat Makassar yang kini fokus sebagai shore base untuk industri tambang dan migas.

"Total area kami 95 ha dan kawasan yang berhubungan dengan laut 1 km. Jetty kami mampu melayani kapal 10.000 DWT," tambahnya.

Sejak 2016, Astra Port Eastkal juga sudah mempunyai fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB). Dengan demikian, perusahaan tersebut bisa melayani perawatan rig

Tag : pelabuhan, astra
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top