Ini Alasan Garuda (GIAA) Tutup Penerbangan Langsung Jakarta-London

Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh atau full service airlines, membenarkan soal penutupan rute penerbangan langsung Jakarta-London PP yang akan dilakukan per 28 Oktober 2018.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  15:07 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury (dari kanan) didampingi Direktur Sigit Muhartono, dan Direktur Helmi Imam Satriyono menjawab pertanyaan wartawan, seusai menyampaikan paparan kinerja kuartal III/2017, di gedung Aerofood ACS, Banten, Rabu (25/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia, maskapai layanan penuh atau full service airlines, membenarkan soal penutupan rute penerbangan langsung Jakarta-London PP yang akan dilakukan per 28 Oktober 2018.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pahala N. Mansyuri mengatakan alasan utama penutupan rute tersebut adalah terkait dengan pendapatan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Garuda hanya diperbolehkan mengisi 75% dari kapasitas pesawat Boeing 777-300 ER yang digunakan dalam penerbangan langsung ke London.

"Salah satu alasan [penutupan rute tersebut] adalah sulit untuk memperoleh untung dengan adanya pembatasan jumlah penumpang," kata Pahala kepada Bisnis, Kamis (30/8/2018).

Dia menambahkan maskapai pelat merah tersebut akan kembali mengoperasikan rute Heathrow-Amsterdam-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan per pekan. Sebelumnya frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam hanya sebanyak tiga kali per pekan.

Setelah dibuka pada 2014, pasar rute Jakarta-London sebenarnya telah terbentuk dengan tingkat keterisian rata-rata 75% dari kapasitas pesawat. Kapasitas pesawat sebetulnya dapat dioptimalkan jika tidak ada restriksi jumlah penumpang.

Penumpang dari London biasanya wisatawan yang ingin melancong ke Bali atau melanjutkan penerbangan ke Australia. Pahala menyebutkan pasar potensial yang dapat ditangkap Garuda dari warga Inggris yang hendak ke Negeri Kanguru sesungguhnya mencapai 1,6 juta orang per tahun.

Pahala menuturkan sebagai pengganti, Garuda akan berkonsentrasi untuk membuka rute internasional lain. Rencananya terdapat tiga destinasi yang akan dibidik, yakni Paris di Prancis, Manila di Filipina, dan Ho Chi Minh di Vietnam.

Akan tetapi, lanjutnya, ketiga rute tersebut belum akan dibuka pada tahun ini. Seperti diketahui, proses pembukaan rute internasional membutuhkan proses yang cukup panjang dan membutuhkan survei pasar hingga upaya diplomasi negara. 

Di sisi lain, pihaknya juga akan memastikan ketersediaan sumber daya seperti pesawat maupun set kru kabin. Penambahan rute yang memiliki potensi tingkat isian penumpang (seat load factor/SLF) tinggi bisa meningkatkan kinerja maskapai. "Rute Paris, Manila, dan Ho Chi Minh menunggu hingga Maret 2019," ujarnya.

Tag : garuda indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top