Blok Tarakan & Tungkal Akan Dilelang

Kementerian ESDM berencana melelang dua blok minyak dan gas bumi yang akan berakhir kontraknya (terminasi) pada 2022.
Denis Riantiza Meilanova | 03 September 2018 20:30 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian ESDM berencana melelang dua blok minyak dan gas bumi yang akan berakhir kontraknya (terminasi) pada 2022. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto mengatakan, dua wilayah kerja yang kemungkinan akan dilelang tersebut adalah Blok Tarakan dan Tungkal.

Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya PT Medco E&P Tarakan yang menjadi operator Blok Tarakan telah mengajukan proposal perpanjangan kontrak. Namun, pemerintah menilai bahwa penawaran yang diajukan oleh Medco cukup rendah.

"Tanda tangan bonusnya [kecil] kalau tidak salah.  Kami menaikkan [tanda tangan bonus], mereka [Medco] enggak mau. Ya sudah kami lelang," ujarnya, Senin (3/9).

Opsi penggabungan Blok Tarakan ke wilayah kerja migas milik Pertamina juga tengah dipertimbangkan karena lokasinya berdekatan dengan lokasi pengembangan PT Pertamina EP.

"Jadi, di Tarakan itu, Medco di kedalaman atasnya.  Pertamina EP di dalamnya. Kalau unitisasi kan aman," katanya.

Untuk blok migas lain yang akan terminasi pada 2022, yakni Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) yang dikelola oleh JOB Pertamina—Bumi Siak Pusako (BSP), saat ini pemerintah masih menegosiasikan bonus tanda tangan dengan kontraktor eksis.  Djoko menuturkan, pihaknya memberikan waktu seminggu kepada BSP.

 

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top