Konstruksi Model Ini Diklaim Tahan Gempa

Seorang ahli struktur mengklaim bahwa fondasi bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba di Lombok, Nusa Tenggara Barat tetap aman pascagempa yang melanda pulau tersebut baru-baru ini.
Newswire | 03 September 2018 03:58 WIB
Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter sampai dengan pukul 03.20 Wita Senin 6 Agustus 2018 sebanyak 82 orang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Seorang ahli struktur mengklaim bahwa fondasi bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba di Lombok, Nusa Tenggara Barat tetap aman pascagempa yang melanda pulau tersebut baru-baru ini.

"Bahkan, kami harus melakukan reassessment [beberapa kali penaksiran] mengingat gempa di NTB terjadi beberapa kali. Namun, sejauh ini bangunan dengan konstruksi sarang laba-laba tidak mengalami kerusakan struktur," kata ahli struktur Moch. Arif Toto, Sabtu (1/9/2018).

Toto yang juga menjabat sebagai Ketua II Komisariat Daerah Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Yogyakarta bersama dengan Dinas Cipta Karya Provinsi NTB melakukan assessment dampak gempa Lombok terhadap bangunan di sana.

Menurutnya, proses assessment merupakan forensik bangunan untuk nantinya dikeluarkan rekomendasi laik fungsi atau tidak. Kalau tidak laik, berarti ada tindak lanjut apakah cukup diperkuat atau harus diganti, sedangkan yang laik fungsi segera diterbitkan sertfikat laik fungsi.

Toto mengemukakan bahwa berbeda dengan gempa di Yogyakarta beberapa waktu lalu, gempa di Lombok terdapat empat sumber yang berbeda. Ada yang gerakannya horisontal, tetapi ada juga yang vertikal.

"Jadi, guncangannya selain horisontal juga vertikal. Yang merusak itu vertikal ditambah akselerasi, terutama pada elemen-elemen arsitektural seperti penggunaan atap bangunan bermaterial berat seperti  genteng yang saat terjadi gempa jatuh menimpa plafon," ujarnya.

Dia memberi contoh Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba. Kedua bangunan di rumah sakit itu tidak mengalami kerusakan yang berarti meski berkali-kali diguncang gempa.

Ilustrasi: Konstruksi sarang-laba-laba pada sebuah bangunan

Ilustrasi: Konstruksi sarang laba-laba pada sebuah gedung./Istimewa

“Sifat dan karakter konstruksi sarang laba-laba yang kaku dan stabil, serta responsif membuat bangunan di atasnya tidak mengalami kerusakan struktur meskipun diguncang gempa beberapa kali,” katanya.

Karakter konstruksi seperti ini, lanjutnya, akan mengikat bangunan di atasnya saat terjadi gempa sehingga hal ini yang membuatnya tidak mengalami kerusakan.

Bangunan lain yang juga tidak mengalami kerusakan karena menggunakan konstruksi sarang laba-laba adalah gedung Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Kantor Perwakilan NTB di Mataram.

Selain itu, ada pula Balai Kesehatan Mata Provinsi di Lombok dan gedung Balai Kepegawaian Daerah karena bangunan tua peninggalan Belanda yang menggunakan satu batu yang sangat tebal sebagai dinding.

Sumber : Antara

Tag : konstruksi, gempa, gempa lombok
Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top