Aerofood ACS Pesimistis Capai Target Pendapatan

PT Aerofood Indonesia (Aerofood ACS), perusahaan penyedia katering penerbangan, memperkirakan realisasi pendapatan tahun ini akan di bawah target Rp2,4 triliun yang dicanangkan awal 2018.
Rio Sandy Pradana | 03 September 2018 08:14 WIB
Suasana di dapur PT Aerofood Indonesia. - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Aerofood Indonesia (Aerofood ACS), perusahaan penyedia katering penerbangan, memperkirakan realisasi pendapatan tahun ini akan di bawah target Rp2,4 triliun yang dicanangkan awal 2018.
 
Vice President Operation & Production Aerofood ACS Sam Hartoto mengatakan sikap pesimistis muncul akibat pelemahan kinerja maskapai. Terlebih, in-flight catering services termasuk captive market, karena pasar hanya bergantung kepada penambahan intensitas penerbangan atau munculnya maskapai baru.
 
"Mungkin tahun ini di bawah [target]. Pencapaian semester I/2018 saja masih sekitar Rp1 triliun," ungkapnya, Minggu (2/9/2018).
 
Hartoto menyebut banyak maskapai yang tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) di bawah perkiraan. Penurunan SLF berdampak terhadap permintaan jumlah makanan (meals) yang diproduksi perusahaan.
 
Sejumlah kejadian bencana alam di Bali dan Lombok menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kinerja maskapai sepanjang semester pertama 2018. Banyak penerbangan dari dan ke wilayah tersebut yang harus dibatalkan dengan alasan keselamatan.
 
Kendati demikian, pendapatan semester I/2018 mampu ditopang oleh kontrak penyediaan katering untuk atlet difabel pada ajang Indonesia Para Games Invitational Tournament 2018. Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juni-4 Juli 2018 tersebut merupakan bagian dari uji coba (test event) Asian Para Games 2018.
 
Pihaknya berharap kinerja perusahaan pada semester II/2018 akan membaik seiring dengan tambahan dari penyelenggaraan ibadah haji dan musim puncak liburan akhir tahun. Selain itu, Aerofood berharap pada tender Asian Para Games 2018 yang berlangsung pada 6-13 Oktober 2018 di Jakarta.
 
"Semester kedua biasanya bisa mendongkrak pendapatan dan semoga tender Para Games bisa lolos," ujarnya.
 
Lini bisnis Aerofood terdiri dari in-flight catering services dan industrial catering services. Pasar potensial industrial catering services terdiri dari unit perusahaan pertambangan dan migas (Oil, Mining, and Gas/OMG), unit layanan kesehatan, dan unit katering perusahaan (town catering).
 
Pelanggan di segmen tersebut sudah mencapai 51 perusahaan. Pendapatan terbesar secara berurutan dari segmen industrial diperoleh dari unit OMG, healthcare, dan town catering.
 
Porsi pendapatan dari industrial catering services akan ditingkatkan hingga 50% dari kondisi terakhir yang masih 30% terhadap total pemasukan perusahaan.

Tag : aerofood indonesia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top