PAM Jaya Bidik 63% Layanan Air Bersih di DKI pada 2019

PD PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air bersih di DKI Jakarta pada 2019 bisa mencapai 63%, atau meningkat dibandingkan dengan cakupan layanan air bersih saat ini yaitu 60%.
Fitri Sartina Dewi | 06 September 2018 09:53 WIB
Ilustrasi air bersih - Boldsky.com

Bisnis.com, BELITUNG - PD PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air bersih di DKI Jakarta pada 2019 bisa mencapai 63%, atau meningkat dibandingkan dengan cakupan layanan air bersih saat ini yaitu 60%.

Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan peningkatan cakupan layanan akan didorong rampungnya pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hutan Kota pada September 2019 dengan potensi distribusi air 500 liter per detik.

Setelah pengerjaan SPAM dirampungkan, dia menuturkan pihaknya akan membangun jaringan pipa sepanjang 120 km untuk mengaliri air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang sedang dibangun oleh Jakarta Propertindo.

“SPAM Hutan Kota akan mengaliri air kepada sekitar 30.000 pelanggan MBR [Masyarakat Berpenghasilan Rendah] di beberapa wilayah di Jakarta,” ujar Priyatno dalam kegiatan Media Day PAM Jaya di Belitung, Rabu (5/9/2019) malam.

Untuk pembangunan jaringan tersebut, imbuhnya, diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp450 miliar. Kebutuhan anggaran tersebut telah dipenuhi dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) 2017 sebesar Rp300 miliar, sedangkan Rp150 miliar sisanya masih menunggu disetujuinya usulan PMD pada APBD-P 2018.

Selain itu, PAM JAYA juga masih menunggu surat perizinan yang dikeluarkan oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memulai proses pembangunan jaringan pipa.

Hingga saat ini, PAM Jaya telah memiliki 9 instalasi pengolahan air dengan total air terdistribusi sebanyak 20.232,5 liter per detik. Adapun, total pelanggan yang dilayani jumlahnya mencapai 851.155 pelanggan.

“Untuk meningkatkan cakupan layanan keberadaan SPAM sangat penting, dan pengembangan jaringan perpipaan juga terus kita lakukan,” ungkapnya.

PAM Jaya juga telah mengusulkan PMD sebesar Rp1,2 triliun melalui APBD-P tahun 2018. Rencananya, PMD tersebut akan digunakan untuk pembangunan SPAM Ciliwung dengan kebutuhan anggaran Rp250 miliar, dan SPAM Pesanggrahan Rp400 miliar.

“Dari kedua SPAM tersebut potensi air yang didistribusikan sekitar 950 liter per detik, potensi pelanggan baru sebanyak 64.000 pelanggan, dan potensi peningkatan layanan sekitar 5,8%,” jelasnya.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan pemenuhan target tersebut dapat dicapai jika usulan anggaran sebesar Rp1,2 triliun pada APBD-P tahun 2018 bisa mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Senior Manager Teknik dan Pelayanan PAM Jaya Elly Dermawati mengatakan SPAM Ciliwung akan melayani pelanggan di wilayah Pejaten, Rawajati, Pasar Minggu, dan Tanjung Barat. Adapun, untuk SPAM Pesanggrahan melayani pelanggan di wilayah Lebak Bulus, Bintaro, Kebayoran, Petukangan, dan Kebon Jeruk.

Selain, digunakan untuk pembangunan SPAM, usulan PMD sebesar Rp1,2 triliun juga akan digunakan untuk pembangunan pipa distribusi, penyediaan air bersih di Rusunawa, dan beberapa rencana kerja lainnya.

Tag : infrastruktur, dki, air bersih, pam jaya
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top