Pengembangan Energi Terbarukan Perkuat Ketahanan Nasional

Pemanfaatan energi terbarukan dengan memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia dinilai sebagai cara untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. 
Newswire | 09 September 2018 22:18 WIB
Ilustrasi - Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemanfaatan energi terbarukan dengan memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia dinilai sebagai cara untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Oleh karena itu, kebijakan ini harus bebas dari intervensi yang kerap dikampanyekan oleh LSM asing.

Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ilmu Teknologi Militer dan Siber Mayjen A. Hafil Fuddin menyatakan pentingnya ketahanan nasional dalam menghadapi ancaman dan gangguan untuk mencapai tujuan nasional.

“Kalau kita bicara energi, maka kita harus mandiri, mampu memproduksi sendiri untuk meningkatkan daya saing,” katanya dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (9/9/2018).

Dia menyatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah juga memiliki kebijakan yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas sedangkan energi berbasis fosil seperti Solar dan batu bara diminimalkan.

Dalam rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2018--2027, kontribusi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik ditargetkan naik mencapai 23% pada 2025.

Beberapa energi primer yang diharapkan meningkat kontribusinya adalah panas bumi, tenaga surya, angin, dan air. Termasuk yang kini dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga air  (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan yang berkapasitas 4x127,5 MW.

PLTA Batang Toru akan memanfaatkan kolam penampung yang tidak luas sehingga tidak akan mengubah bentang alam dan berdampak minimal pada ekosistem yang ada di sekitarnya

Hafil menyatakan, pengembangan energi terbarukan memang kerap menghadapi kampanye negatif khusus dari LSM asing. Namun, dia menegaskan bahwa intervensi asing jangan sampai mengganggu kepentingan nasional.

“Tidak boleh ada intervensi asing. Kita memang mesti memperhatikan dampak lingkungan dari pengembangan energi terbarukan. Namun dampak lingkungan itu pasti sudah dikaji dan ada solusinya,” katanya.

Hafil juga mengingatkan, pentingnya dukungan semua komponen bangsa untuk mendukung kemandirian energi. Di sisi lain, dia juga menyatakan tentang pentingnya memperhatikan kearifan lokal dalam implementasi kebijakan tersebut.

Sebelumnya Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Munir Ahmad menyatakan bahwa pembangkit listrik ramah lingkungan akan berperan dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia untuk mengendalikan perubahan iklim global.

Tag : esdm, plta, pltu, energi terbarukan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top