Kebijakan B20 Akan Dipaparkan Dalam COP 24

Kebijakan mandatori penggunaan biodiesel B20 akan digunakan sebagai bahan paparan perwakilan Indonesia di konferensi COP 24 yang akan digelar di Polandia pada 3—14 Desember 2018.
Juli Etha Ramaida Manalu | 11 September 2018 20:23 WIB
Ilustrasi hutan tanaman industri - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Kebijakan mandatori penggunaan biodiesel B20 akan digunakan sebagai bahan paparan perwakilan Indonesia di konferensi COP 24 yang akan digelar di Polandia pada 3—14 Desember 2018.

Conferences of the Parties/COP merupakan bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB (UNFCC) mengenai perubahan iklim.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Tjakrawan menyebutkan rencana memaparkan kebijakan perluasan penggunaan biofuel B20 yang telah dicanangkan pemerintah Indonesia di COP 24 itu bertujuan untuk memberi gambaran upaya Indonesia untuk turut mengurangi emisi karbon global.

“Kita ingin agar dunia tahu bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam pengurangan emisi. Nah, kita ingin menginformasikan kepada dunia bahwa Indonesia sudah melakukan itu, salah satunya dengan memakai biodiesel untuk mengurangi emisi,” katanya usai rapat internal antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan pelaku industri kelapa sawit, Senin (10/9).

Selain pada sesi utama dari COP 24, penggunaan biodiesel ini juga akan dipaparkan dalam Sustainable Innovation Forum yang menjadi side event dalam gelaran COP24.

Menurut Paulus, sama seperti tahun lalu, tahun ini delegasi dari Indonesia juga mendapat kesempatan untuk ikut berbicara dalam forum tersebut. Dia berharap, dengan adanya penyampaian informasi tersebut bisa memberikan informasi positif terhadap masyarakat dunia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Council Palm Oil Producing Country Mahendra Siregar menyebutkan pihaknya bersama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain akan berupaya memanfaatkan gelaran COP 24 ini untuk keperluan Indonesia.

Sama seperti Paulus, dia mengatakan bahwa permasalahan lingkungan hidup dan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) akan menjadi salah satu topik utama yang dibawa dalam perhelatan tersebut.

“Kan ada beberapa peluang [side meeting] yang bisa dimanfaatkan untuk kegunaan isu yang lebih luas. [isu yang akan dibawa] tentu terkait dengan pelaksanaan lingkungan hidup dengan SDGs seperti topiknya dalam COP itu sendiri. Kita sampaikan posisi Indonesia bagaiman kontribusinya untuk SDGs untuk environmental sustainability” katanya.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana mengadakan Indonesia Climate Change Education Forum and Expo 2018 yang akan dilaksanakan di Medan pada 17-19 Oktober nanti.

Selain bisa memberi edukasi terkait adaptasi perubahan iklim, kegiatan yang mengangkat tema Together Towards a Low Carbon Future ini juga akan menjadi ajang menyaring delegasi yang berencana ikut dalam perhelatan COP24.

Para delegasi diperbolehkan menyampaikan bahan dalam berbagai bentuk media seperti seminar, film, permainan atau metode lainnnya yang terkait dengan isu-isu yang akan dibahas dalam COP24 nanti.

Tag : perubahan iklim
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top