Menhub Yakin Makassar New Port Rampung Sesuai Target

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan Makassar New Port, salah satu proyek strategis nasional di Kawasan Timur Indonesia (KTI), bakal rampung sesuai target.
Sri Mas Sari | 13 September 2018 08:35 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan Makassar New Port, salah satu proyek strategis nasional di Kawasan Timur Indonesia (KTI), bakal rampung sesuai target.
 
Dia mengatakan secara teknis pembangunan Makassar New Port (MNP) sudah selesai. 
 
“Tinggal tahap finishing dan mendatangkan peralatan saja. Mestinya bisa diresmikan pada Oktober 2018,” ujar Budi Karya saat meninjau proyek MNP, Rabu (12/9/2018).   
 
Menurut dia, MNP dengan kapasitas lapangan penumpukan peti kemas 1,5 juta TEU's per tahun ini penting untuk mengantisipasi perkembangan industri di Makassar. Dengan demikian, kegiatan ekspor dan impor bisa langsung dilakukan lewat Kota Anging Mamiri.
 
“Tujuannya, bagaimana efisiensi itu tercapai, bagaimana kecepatan proses bongkar muat itu bisa tercapai dan akhirnya kegiatan ekspor juga menjadi lebih banyak,” papar Budi Karya. 
 
Jika ekspor berjalan lancar, maka investasi industri di Makassar diyakini bakal bertambah. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung menyebutkan hingga 11 September 2018, progres pembangunan MNP Tahap IA telah mencapai 82,86%, yang terdiri atas paket A 94,84%, paket B 82,58%, dan paket C 64,84%.
 
“Realisasi kegiatan untuk Paket A yaitu upper structure dermaga,” terangnya.
 
Sementara itu, realisasi kegiatan untuk paket B meliputi pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, serta pekerjaan dredging kolam putar. 
 
Adapun paket C yang sudah terealisasi adalah produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater 1-5 kg, dan pemasangan toe protection breakwater 100-160 kg.  
 
Doso menjelaskan sistem dermaga yang diaplikasikan adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik. Penerapan sistem itu sejauh ini baru dilakukan di Liverpool.
 
Namun, dinilai masih diperlukan integrasi jaringan jalan dari gerbang MNP ke jalan tol. Untuk itu, Pelindo IV akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
“Dermaga ini adalah dermaga modern yang terkoneksi dengan jaringan kereta api Trans Sulawesi dan akan dioperasikan terintegrasi dengan pusat logistik kawasan berikat," tambahnya.

Tag : kemenhub, makassar new port
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top