Aktivaku Bidik Pendanaan Properti bagi Pekerja Informal

Aktivaku menyasar pendanaan perumahan dengan target pasar kalangan yang masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari perbankan, seperti pekerja kreatif, jasa, pedagang kecil, dan pekerja tidak tetap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2018  |  17:41 WIB
Ilustrasi - istimewa

 Bisnis.com, JAKARTA – Aktivaku menyasar pendanaan perumahan dengan target pasar kalangan yang masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari perbankan, seperti pekerja kreatif, jasa, pedagang kecil, dan pekerja tidak tetap.

CEO Aktivaku Ricky Gandawijaya mengatakan, salah satu fokus utama Aktivaku nantinya adalah menjadi perantara untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah dengan harga terjangkau. Untuk mewujudkan hal tersebut, kerja sama terus dilakukan dengan pihak developer seperti Perumnas dan beberapa developer milik BUMN (sebagai penyedia perumahan terjangkau), serta segmen yang membutuhkan pendanaan tetapi belum bisa difasilitasi oleh perbankan, seperti pekerja di bidang jasa, pedagang kecil, karyawan kontrak, dan pekerja lepas.

“Dengan adanya Aktivaku maka diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses untuk mendapatkan pembiayaan perumahan dan menurunkan backlog perumahan,” ungkap Ricky dalam keterangan resmi.

Dia menjelaskan, produk utama yang saat ini dimiliki oleh Aktivaku adalah property refinancing yang ditujukan untuk project financing.  Seorang pemilik proyek (dibuktikan dengan SPK/PO) bisa mengajukan pinjaman dana dengan jaminan properti atau aset yang dimilikinya. Apabila disetujui, maka Aktivaku akan membiayai sejumlah maksimal 60% dari nilai apraisal properti/aset, dengan tenor sesuai dengan usia proyek atau maksimal 2 tahun dan plafon maksimal Rp2 miliar.

“Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Aktivaku adalah pembiayaan bisa dilakukan dari level SPK, tidak hanya setelah penerbitan invoice. Sementara perbankan biasanya hanya membiayai proyek per termin dengan pembayaran berupa cicilan,” ujarnya.

Di samping itu, produk credit take over guna membantu nasabah untuk memindahkan atau melunasi kredit dari sebuah institusi keuangan untuk dipindahkan ke institusi lainnya, dengan bunga lebih rendah atau benefit lainnya. Misalnya, pindah KPR ke bank lain. Hal ini dimaksudkan agar nasabah bisa dimudahkan dalam pengalihan pinjaman yang membutuhkan dana pelunasan dalam waktu singkat.

Dengan pengalaman para pendirinya, diharapkan Aktivaku bisa menjadi media yang membantu masyarakat dalam hal pembiayaan UMKM melalui platform digital, sekaligus menjadi wadah bagi pendana di seluruh Indonesia untuk menyalurkan dana dengan lebih aman ke dalam fasilitas-fasilitas pinjaman yang dijamin dengan aset.

Startup fintech yang didirikan oleh Ricky Gandawijaya dan teman-teman pada pertengahan 2017 ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sejak Januari 2018, dan sudah memulai menyalurkan pendanaan, khususnya kepada kalangan UMKM di Indonesia dalam bentuk project financing.

Sampai dengan Agustus 2018 ini, tenor pinjaman yang telah diberikan berkisar 1-9 bulan dan tingkat bunga 14%-21% per tahun, bergantung dari credit scoring masing-masing peminjam.

Ricky berharap hingga akhir tahun ini Aktivaku bisa menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 60 miliar melalui produk-produk yang ditawarkan.

“Dengan demikian, Aktivaku bisa menjadi solusi pembiayaan bagi kalangan yang belum terjangkau oleh pihak perbankan dan juga menjadi instrumen alternatif investasi bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pada 31 Agustus 2018, Aktivaku juga sudah menandatangani kerja sama dengan Go-Jek sehingga para mitra pengemudi Go-Jek nantinya bisa memanfaatkan layanan pendanaan yang dihadirkan oleh Aktivaku untuk memiliki produk-produk pengembang yang telah bekerja sama di seluruh wilayah Indonesia.

Tag : ukm
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top