Konsumsi Semen pada Oktober 2018 Naik 6,4%

Asosiasi Semen Indonesia optimistis pertumbuhan konsumsi semen hingga akhir 2018 mencapai 5% setelah pada bulan lalu, penjualan domestik meningkat 6,4% secara bulanan menjadi 7,19 juta ton.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 14 November 2018  |  22:29 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA—Asosiasi Semen Indonesia optimistis pertumbuhan konsumsi semen hingga akhir 2018 mencapai 5% setelah pada bulan lalu, penjualan domestik meningkat 6,4% secara bulanan menjadi 7,19 juta ton.

Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia, menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi semen ditopang oleh kenaikan signifikan di Pulau Jawa dan Sulawesi yang masing-masing tercatat 9% dan 6%.

“Kenaikan konsumsi semen di Pulau Jawa sangat dipengaruhi percepatan dan penyelesaian proyek infrastruktur jalan tol, bendungan, dan beberapa proyek strategis,” paparnya, Rabu (14/11).

Kendati demikian, lanjutnya, konsumsi semen di sektor properti cenderung tidak mengalami kenaikan.

Konsumsi semen di Pulau Jawa tercatat meningkat tajam di semua provinsi selain Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Menurut Widodo, konsumsi semen di Jakarta mengalami penurunan karena pembangunan apartemen dan infrastruktur di provinsi ini sudah hampir tuntas.

Di Pulau Sumatra, konsumsi semen meningkat tajam di Lampung, Bangka Belitung, Jambi, dan Kepulauan Riau. Peningkatan tersebut ditopang oleh pembangunan jalan tol, proyek strategis pembangkit listrik, apartemen, dan bendungan.

“Konsumsi semen selama Januari hingga Oktober 2018 meningkat sebesar 5,1% menjadi 56,97 juta ton atau rata-rata per bulan sekitar  5,7 juta ton,” paparnya.

Widodo menambahkan, penjualan ekspor clinker dan semen pada bulan lalu melonjak 70% menjadi 460.000 ton dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Total ekspor selama 10 bulan tahun ini naik 100% menjadi 4,6 juta ton.

Kenaikan ekspor yang signifikan membuat total penjulan dalam negeri dan ekspor pada Januari-Oktober mencapai 61,6 juta ton atau meningkat 9% secara  tahunan.

Widodo menjelaskan angka tersebut sangat membantu industri semen yang saat ini tengah mengalami kelebihan pasokan. “Ini cukup lumayan meningkatkan utilisasi pabrik semen dalam negeri, yang saat ini sedang over supply cukup besar, yakni sekitar 35 juta ton.”

Tag : semen
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top