Asing Bisa Mayoritas di Multimoda, Ini Pendapat Samudera Indonesia

Salah satu perusahaan multimoda nasional, PT Samudera Indonesia Tbk., menilai animo asing masuk ke bisnis multimoda di Indonesia selama ini sudah tinggi sehingga keran bagi penanaman modal asing tak perlu dibuka lebih lebar.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 15 November 2018  |  00:07 WIB
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk Masli Mulia (tengah) berbincang dengan Direktur Independen Ridwan Hamid (kanan) disaksikan Direktur Bani M Mulia, seusai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu perusahaan multimoda nasional, PT Samudera Indonesia Tbk., menilai animo asing masuk ke bisnis multimoda di Indonesia selama ini sudah tinggi sehingga keran bagi penanaman modal asing tak perlu dibuka lebih lebar.

Direktur PT Samudera Indonesia Tbk. Bani M. Mulia mengatakan pembatasan kepemilikan asing 49% pada bidang usaha angkutan multimoda selama ini tidak menurunkan minat investor masuk ke pasar Indonesia yang sangat menguntungkan.

"Syarat modal minimum pun bagi mereka masih sangat accessible dan feasible. Jadi, saya tidak melihat alasan apa pun bagi kita untuk menjual murah akses masuk ke pasar kita," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (14/11/2018). 

Bani melanjutkan minat asing yang besar ini juga telah membuat perusahaan nasional terus meningkatkan daya saing, kompetensi, dam standard kualitas jasa multimoda.

Menurutnya, peraturan saat ini pun menetapkan persyaratan bagi asing untuk bermitra dengan perusahaan logostik lokal sehingga ada kesempatan joint venture dan kerja sama, termasuk kesempatan transfer pengetahuan antara perusahaan logistik multinasional dengan perusahaan logistik nasional. 

Namun, tutur dia, jika kondisi ini disikapi keliru dengan semakin membuka lebar kran investasi asing, tidak tertutup kemungkinan pemain logistik nasional sekadar menjual lisensi. 

"Dampaknya, akan meningkatkan kesulitan dan tantangan bagi perusahaan nasional karena harus bersaing dengan asing yang bermodal lebih besar," ujarnya. 

Selain sebagai perusahaan pelayaran (shipping line), Samudera Indonesia menjalankan lini bisnis logistik terintegrasi yang di dalamnya mengoperasikan pula moda transportasi darat, seperti truk. 

Tag : daftar negatif investasi
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top