Ini Teknologi Drone JD.com Untuk Optimalisasi Pengiriman Barang

JD telah mengirimkan barang dengan drone ke lebih dari 100 rute di beberapa provinsi di China dengan catatan waktu sudah lebih dari 400.000 menit penerbangan terakumulasi, terutama untuk daerah terpencil.
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 18 November 2018  |  15:23 WIB
Salah satu drone yang berhasil dikembangkan JD.com untuk pengiriman barang berat (heavy-load; long-endurance) berbahan bakar bensin dengan daya angkut 30 kg, daya jelajah 30 km per pengisian, serta kecepatan maksimum 54 km - jam.

Bisnis.com, JAKARTA - Penggunaan pesawat nirawak atau drone telah semakin meluas ke berbagai sektor, tak terkecuali logistik. Salah satu perusahaan Internet terbesar ketiga dunia, JD.com telah mengembangkan teknologi drone untuk mendukung aktivitas pengiriman barang dari bisnis e-commercenya.

JD telah memulai uji coba drone untuk pengiriman barang ke pelanggan sejak 2016, dengan menggunakan 7 jenis drone yang berbeda-beda spesifikasi kemampuan terbang, kapasitas beban, dan jarak tempuhnya.

JD telah mengirimkan barang dengan drone ke  lebih dari 100 rute di beberapa provinsi di China dengan catatan waktu sudah lebih dari 400.000 menit penerbangan terakumulasi, terutama untuk daerah terpencil. 

Menggunakan teknologi eksklusif yang dikembangkan di JD-X, laboratorium inovasi logistik JD.com, program JD Drone bertujuan untuk membawa manfaat dan keunggulan e-commerce bagi komunitas perdesaan di China, sebagai populasi yang saat ini tidak terlayani oleh industri e-commerce.

VP International Business JD Logistics, Stard Huang menjelaskan penggunaan drone saat ini masih dengan  sistem drop point, terutama untuk membantu mempercepat pengiriman ke daerah terpencil.

Oleh karena itu, pemanfaatan drone akan terus dioptimalkan sejalan dengan pengembangan teknologi dan regulasinya guna menciptakan sistem logistik yang efektif dan efisien.

"Dari sisi teknologi terus dikembangkan untuk meningkatkan kinerja logistik. Di samping itu, kami juga terus melakukan peningkatan kinerja pada sistem logistik dengan menerapkan teknologi automasi pada gudang-gudang distribusi untuk memenuhi komitmen pengiriman hari yang sama, dan pegiriman sehari sampai," jelasnya saat menerima wartawan Indonesia di Kantor JD.com Beijing, Selasa (13/11/2018).

Saat ini, JD telah memiliki perjanjian dengan pemerintah provinsi Shaanxi untuk membangun logistik drone dataran rendah terbesar di Tiongkok, mencakup radius 300 kilometer, serta perjanjian dengan pemerintah kota Hangcheng untuk menguji pengiriman drone perkotaan dan logistik pintar.

Selain itu, dikembangkan drone melalui kerja sama penelitian dengan Northwestern Polytechnical University, termasuk pengembangan kapasitas drone yang dapat mengangkut beban berat hingga satu ton.

JD juga menjalin kemitraan dengan China West Airport Group untuk membangun pangkalan udara untuk drone di seluruh wilayah China, serta membuat perjanjian dengan Linyou County untuk memodernisasi logistik untuk industri pertanian lokal.

Berikut ini spesifikasi dari tujuh tipe drone yang dikembangkan JD saat ini berdasarkan kebutuhan penggunaannya:

1. Penggunaan untuk pengiriman jarak pendek (‘Short-hop’ delivery): drone bertenaga: baterai,  daya angkut 5kg, daya jelajah 7 km per pengisian, kecepatan maksimum 54 km/jam.

2. Penggunaan untuk pengiriman cepat jarak jauh (high-speed, long-distance delivery): drone bertenaga baterai,  daya angkut 10 kg, daya jelajah 100 km per pengisian, kecepatan maksimum 100 km/jam.

3. Penggunaan untuk pengiriman cepat debit otomatis (automatic discharge; high-speed): drone bertenaga baterai,  daya angkut 10 kg, daya jelajah 10 km per pengisian, kecepatan maksimum 72 km/jam.

4. Penggunaan untuk pengiriman cepat (high-speed; long-endurance): drone bertenaga baterai,  daya angkut 5-10 kg, daya jelajah 100 km per pengisian, kecepatan maksimum 100 km/jam.

5. Penggunaan untuk pengiriman cepat (high-speed; long-endurance): drone bertenaga baterai,  daya angkut 10 kg, daya jelajah 10 km per pengisian, kecepatan maksimum 72 km/jam.

6. Penggunaan untuk pengiriman barang berat (heavy-load; long-endurance): drone bertenaga bahan bakar bensin,  daya angkut 30 kg, daya jelajah 30 km per pengisian, kecepatan maksimum 54 km/jam.

7. Penggunaan untuk pengiriman barang (Automatic discharge, embedded cabin): drone bertenaga baterai,  daya angkut 20 kg, daya jelajah 15km-20 km per pengisian, kecepatan maksimum 54 km/jam.

Tag : e-commerce
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top