2018 baru Terealisasi 61 Persen, SKK Migas Optimistis Investasi 2019 Lebih Baik

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis realisasi investasi sektor hulu minyak dan gas lebih meningkat pada 2019 daripada tahun ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 19 November 2018  |  17:43 WIB
Kasus dugaan korupsi dan pencucian uang berawal ketika adanya penjualan kondensat bagian negara oleh SKK Migas kepada PT TPPI pada kurun waktu 2009 hingga 2010 dengan mekanisme penunjukan langsung. - energitoday

Bisnis.com, JAKARTA— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis realisasi investasi sektor hulu minyak dan gas lebih meningkat pada 2019 daripada tahun ini.

Juru Bicara SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan, realisasi investasi hulu migas 2018 belum mencapai target rencana kerja dan anggaran karena program eksplorasi banyak yang digeser ke tahun depan.

“Dengan begitu, perkiraan investasi 2019 akan meningkat dibandingkan dengan tahun ini,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Senin (19/11/2018).

Realisasi investasi hulu migas tercatat US$8,7 miliar hingga 31 Oktober 2018 atau 61% dari total target rencana tahun ini.

Walaupun bukan satu-satunya faktor penghambat, pergeseran pengeboran berdampak signifikan. Ke depan SKK Migas mengaku akan lebih berkomitmen untuk mengawal realiasi ekplorasi.

Untuk tahun depan, proyek utama hulu migas yang rencananya berproduksi hanya datang dari Blok Bison Iguana Gajah Puteri. Produksi dari lapangan migas yang terletak di Kepulauan Riau ini rencananya terjadi pada kuartal III/2019.

“Termasuk akan mulainya pemberlakukan komitmen kerja pasti, yaitu di Jambi Merang di awal 2019,” tambahnya.

Nantinya, SKK Migas akan mengawasi realisasi KKP yang disusun kontraktor dalam lima tahun pertama. Amien mengakui rencana KKP yang dilaporkan kontraktor masih berdasarkan jumlah investasi dan pelaksanaan per tahunnya, tetapi tidak menyertakan proyek apa saja yang dikerjakan.

Khusus untuk KKP, aktivitas eksplorasi terbagi di dalam WK dan di luar WK atau open area. Untuk aktivitas eksplorasi di dalam WK, KKKS dapat melakukan survey, airborne magnetic, airborne gravity, seismic, dan pengeboran eksplorasi.

Sementara itu, untuk open area, aktivitasnya mulai dari survey, airborne magnetic, airborne gravity dan seismik.

Tag : investasi migas
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top