4 Bulan Lagi, Pemenang Lelang Satelit Multifungsi Diumumkan

Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) memperkirakan pengumuman pemenang lelang proyek satelit multifungsi berlangsung pada kuartal I/2019. Satelit ini akan memberikan akses internet berkecepatan tinggi di wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 November 2018  |  19:18 WIB
Rudiantara - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) memperkirakan pengumuman pemenang lelang proyek satelit multifungsi berlangsung pada kuartal I/2019. Satelit ini akan memberikan akses internet berkecepatan tinggi di wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial.

Menteri Kominfo, Rudiantara mengatakan saat ini sebanyak lima konsorsium telah lulus tahap prakualifikasi. Pemenang lelang bakal membangun, meluncurkan, dan mengoperasikan satelit dengan durasi 15 tahun.

Dia menambahkan, setiap konsorsium yang ikut dalam tender diharuskan memiliki slot orbit sehingga secara tidak langsung Indonesia mengakuisisi slot orbit milik negara lain. Badan usaha yang memenangkan lelang bakal mendapat pembayaran dengan skema availability payment atau ketersediaan layanan selama durasi kontrak kerja sama.

"Ini adalah cara kita membangun infrastruktur dengan cara yang tidak biasa, dengan KPBU [kerja sama pemerintah dengan badan usaha] kita pake duit sendiri, tapi other people money," jelasnya dalam acara diskusi di Kantor Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), Senin (19/11/2018).

Menurut Rudiantara, pemenang lelang memiliki waktu tiga tahun untuk merancang, membuat, dan meluncurkan satelit. Walhasil, satelit dijadwalkan diluncurkan ke orbit pada 2022.

Hingga saat ini, nilai proyek ini belum ditetapkan karena menunggu hasil penawaran dari peserta tender. Namun, investasi satelit ditaksir mencapai US$600 juta atau Rp8,75 triliun (Kurs Rp14.580). Perkiraan tersebut muncul dari hasil penjajakan minat pasar atau market sounding yang sebelumnya pernah digelar.

Untuk diketahui, satelit multifungsi bakal memberikan akses internet di 149.000 titik. Dari jumlah itu, titik terbanyak merupalan sekolah sebanyak 93.900 dan 47.900 titik kantor pemerintahan. Akses ini akan bermanfaat bagi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan layanan administrasi pemerintahan.

Di lain pihak, PII akan memberikan penjaminan pada proyek satelit multifungsi. Direktur Utama PII, Armand Hermawan mengatakan PII akan memberikan jaminan bila pembayaran kepada badan usaha mandek. Dia menambahkan, penjaminan memberikan kepercayaan diri bagi investor untuk terlibat dalam proyek ini.

"[Penjaminan] juga membuat financing fee lebih murah sehingga biaya pelayanan juga lebih murah," jelasnya.

Sebelumnya, PII juga telah memberikan penjaminan di proyek telekomunikasi, yaitu Proyek Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur.

Tag : satelit
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top