Pemerintah Utang Jagung ke Pabrik Pakan

Ketersediaan pakan untuk peternak mandiri bisa terpenuhi melalui pasokan dari feedmill.
Newswire | 20 November 2018 21:43 WIB
Aktivitas bongkar muat jagung di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/4). - JIBI/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Sugiono mengungkapkan program peminjaman jagung dari perusahaan pakan ternak besar dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan jagung di beberapa daerah.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Sugiono mengungkapkan program pinjaman jagung oleh pemerintah kepada perusahan pakan ternak besar (feedmill) dimaksudkan guna memenuhi kebutuhan jagung di beberapa daerah.

Sugiono menjelaskan bahwa dengan peminjaman jagung yang dilakukan Bulog, ketersediaan pakan untuk peternak mandiri bisa terpenuhi melalui pasokan dari feedmill.

"Sampai saat ini baru dua perusahaan pakan ternak besar yang menyatakan siap memenuhi permintaan pemerintah," jelasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (20/11/2018).

Ada pun feedmill yang bersedia melakukan peminjaman adalah Charoen Pokphan dan Japfa dengan total 10 ribu ton. Pekan lalu Charoen Pokphan telah memberi pinjaman jagung pakan sebanyak 1.500 ton.

Menurut dia, pengembalian jagung pinjaman ini menjadi tanggung jawab Bulog. Peminjaman dilakukan atas perjanjian yang saling menguntungkan sehingga tidak ada unsur pemaksaan dan merugikan feedmill, karena nanti akan dikembalikan dalam bentuk jagung pakan.

Sugiono menilai pinjaman dilakukan karena impor jagung pakan dengan kuota maksimal 100 ribu ton membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di Tanah Air. Sementara peternak tidak dapat menunggu lama karena kebutuhan pakan ternak tidak bisa ditunda.

"Jagung pinjaman ini disalurkan hanya ke peternak mandiri saja dengan harga Rp4.000 per kilogram, sehingga dapat menstabilkan harga jagung serta berdampak pula terhadap stabilnya harga pakan," kata dia.

Namun demikian, ia menegaskan kondisi kekurangan stok jagung pakan hanya terjadi di beberapa daerah tertentu hingga akhir tahun ini. Kekurangan stok ini bukan diakibatkan penurunan produksi, tetapi rantai distribusi yang cukup panjang.

"Supaya efektif dan efisien memenuhi kebutuhan ini, maka diambil langkah impor agar peternak mandiri tidak merugi. Di awal tahun 2019 nanti mulai bulan Februari sudah terjadi panen raya, sehingga stok jagung melimpah," kata dia.

Sumber : Antara

Tag : jagung
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top