Pengoperasian PLTU Sintang 21 MW Dongkrak Elektrifikasi di Kalimantan Barat

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang berkapasitas total sebesar 21 megawatt (MW) resmi beroperasi. Dengan beroperasinya PLTU yang berlokasi Kalimantan Barat ini, sekitar 16.153 pelanggan dapat teraliri listrik, dengan asumsi daya tersambung sebesar 1300 VA per pelanggan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 22 November 2018  |  20:04 WIB
Warga memeriksa jaringan listrik miliknya di salah satu Rusun di Jakarta, Senin (6/8/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang berkapasitas total sebesar 21 megawatt (MW) resmi beroperasi. Dengan beroperasinya PLTU yang berlokasi Kalimantan Barat ini, sekitar 16.153 pelanggan dapat teraliri listrik, dengan asumsi daya tersambung sebesar 1300 VA per pelanggan.

PLTU bernilai investasi Rp357 miliar ini, memiliki tiga unit pembangkitan dengan kapasitas masing-masing sebesar 7 MW. PLTU Sintang telah siap menyalurkan listrik secara komersial untuk masyarakat sejak 4 Oktober 2018.

Peresmian yang baru dilakukan pada Rabu (21/11), secara simbolis dilakukan oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri bersama dengan Bupati Sintang Jarot Winarno dengan menekan sirene dan menandatangani prasasti.

Dalam sambutannya, Machnizon menyampaikan bahwa PLTU Sintang ini berupakan bagian dari proyek pembangunan PLTU berskala kecil yang dilaksanakan oleh PLN di kawasan Kalimantan. Sebelumnya, selain di Sintang, di Provinsi Kalimantan Barat sendiri telah dilaksanakan pembangunan PLTU skala kecil di Ketapang dan Sanggau dan telah beroperasi penuh.

Lebih lanjut Machnizon berujar dalam masa pekerjaan konstruksi, PLN melibatkan sekitar 500 lebih tenaga kerja lokal di sekitar PLTU. Sedangkan selama beroperasi ada 114 tenaga kerja lokal yang dipekerjakan.

"Kami berharap keberadaan PLTU akan memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Sintang dan sekitarnya, meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Machnizon melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).

Saat ini, daya listrik yang dihasilkan PLTU dapat secara langsung didistribusikan ke pelanggan di Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu melalui jaringan 20 kV. PLTU yang berdiri di lahan seluas 12 hektar ini juga ditargetkan untuk dapat terhubung ke Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui gardu-gardu induk dan jaringan transmisi 150 kV yang tengah dalam proses pembangunan.

Sementara itu, menurut Bupati Sintang Jarot Winarno, keberadaan PLTU Sintang ini pastinya akan semakin memperkuat kelistrikan di Sintang yang sebenarnya sudah dalam kondisi surplus.

Pihaknya berharap, dengan semakin membaiknya kondisi kelistrikan di Sintang, diharapkan pada tahun-tahun mendatang akan semakin banyak desa yang dapat teraliri listrik.

Selain itu, rasio elektrifikasi (RE) Kabupaten Sintang meningkat menjadi 80,73% di mana sebelumnya hanya tercatat sebesar 64,76% pada Oktober. Hal tersebut juga mampu mendongkrak RE Provinsi Kalimantan Barat dari 85,49% menjadi 86,88%.

Tag : pembangkit listrik
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top