AirNav Menanti Realisasi Dua Rapid Exit Taxiway Baru di Bandara Ngurah Rai

AirNav Indonesia Cabang Denpasar menarget pada 2019 kapasitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan meningkat menjadi 35 slot per jam lewat penambahan dua rapid exit taxiway baru.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 November 2018  |  15:24 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, MANGUPURA – AirNav Indonesia Cabang Denpasar menarget pada 2019 kapasitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai akan meningkat menjadi 35 slot per jam lewat penambahan dua rapid exit taxiway baru.

Pada saat gelaran IMF-WB 2018 lalu, kapasitas penerbangan memang telah sebanyak 35 slot per jam. Hanya saja, saat itu, beberapa pesawat reguler harus melakukan expected delay beberapa saat yakni 30 menit sebelum kedatangan pesawat kenegaraan dan 15 menit setelah pesawat tersebut mendarat.

Walaupun terjadi expected delay, On Time Performances (OTP) hanya turun 1% saja. 

General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar Rosedi mengatakan saat ini jumlah penerbangan telah kembali ke 30 slot per jam. Saat IMF-WB 2018, jumlah penerbangan pun tidak menyentuh kapasitas 35 slot per jam, melainkan dibawah angka itu. 

Hal itu karena, tidak banyak delegasi yang menggunakan pesawat pribadi. Realisasi penggunaan pesawat pribadi ternyata jauh dari prediksi sebelumnya. 

"Jadi kinerja kita cukup bagus saat IMF kemarin," katanya, Kamis (22/11/2018).

Manager Perencanaan dan Evaluasi Operasi AirNav Indonesia Cabang Denpasar I Gede Cakra Warsitha mengatakan saat ini telah ada dua rapid exit taxiway yang beroperasi. Rapid exit taxiway sendiri memungkinkan pesawat menggunakan runway dengan cepat sehingga mengurangi antrian pesawat yang akan mendarat lainnya. 

Kata dia, dengan penambahan dua rapid exit way baru, maka kemungkinan berlakunya 35 slot per jam dapat terjadi. Walaupun saat ini, setiap jamnya jumlah pergerakan pesawat rata-rata tidak melebihi 30 slot per jam.

"Jadi hingga saat ini belum maksimum ke 30 slot per jam, karena ada penumpang yang melakukan change to bigger jadi mereka pindah ke pesawat wide body," katanya.

Tag : bandara ngurah rai
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top