UE Bawa Isu Reformasi WTO di KTT G20

Uni Eropa bakal membawa isu reformasi World Trade Organization dalam pertemuan G20 di Argentina, pekan ini.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 27 November 2018  |  20:38 WIB
Director-General World Trade Organization Roberto Azevedo menyampaikan pandangannya saat Trade Conference Session 1: Introductory Remarks pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, JAKARTA – Uni Eropa bakal membawa isu reformasi World Trade Organization dalam pertemuan G20 di Argentina, pekan ini.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker bakal memimpin delegasi Uni Eropa (UE) dalam pertemuan tersebut.

Outlook menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ini cukup muram. Aturan internasional sedang mendapat tekanan dan sengketa perdagangan global masih belum diselesaikan, sehingga dapat berpengaruh negatif terhadap outlook ekonomi global,” papar Tusk dan Juncker dalam surat yang mereka sampaikan kepada para pemimpin UE lainnya, seperti dilansir Reuters, Selasa (27/11/2018).

Oleh karena itu, lanjut Tusk dan Juncker, mereka ingin meyakinkan para mitra bahwa ada alternatif yang lebih baik dibandingkan mengkoordinasikan kerja sama multilateral. Aturan World Trade Organization (WTO) harus beradaptasi dengan berbagai tantangan global yang baru, seperti subsidi industri, kewajiban transfer teknologi, dan kebijakan lainnya yang mendisrupsi pasar.

KTT G20 juga mesti bertujuan membantu mengakhiri blokade pengangkatan pimpinan badan penyelesaian sengketa WTO oleh AS serta meredam eskalasi kebijakan balas membalas tarif oleh AS dan China. Dalam proposal reformasi WTO yang disampaikan pada Senin (26/11), UE mengusulkan perubahan di tiga fungsi badan tersebut yakni negosiasi, pemantauan, dan penyelesaian sengketa.

“Komitmen jangka panjang G20 untuk mempertahankan pasar terbuka, melawan proteksionisme, dan mendukung sistem perdagangan multilateral terancam menjadi kata-kata kosong,” tambah Tusk dan Juncker.

UE menginginkan ada perkembangan konkret atas hal ini ketika negara-negara G20 bertemu kembali di Jepang pada Juni 2019.

Presiden AS Donald Trump telah menciptakan permasalahan tersendiri di internal WTO karena menolak mengakui hakim-hakim baru yang ditunjuk untuk badan penyelesaian sengketa dagang. Dengan demikian, mulai Desember 2019 hanya akan ada satu hakim yang tersisa dan dipastikan membuat WTO tidak bisa mengambil putusan final.

Sejak awal 2018, AS dan China pun sudah terlibat dalam aksi balas membalas penerapan tarif impor dari masing-masing negara.

Perselisihan di antara kedua negara itu mencakup akses pasar, kewajiban transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, serta subsidi pemerintah terhadap sektor-sektor tertentu yang dinilai dapat mendistorsi kompetisi.

Sumber : Reuters

Tag : uni eropa, perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top