Ajinomoto Ekspansi Ekspor ke Timur Tengah

PT Ajinomoto Indonesia akan memperluas pasar ekspor terutama ke negara-negara Timur Tengah sejalan dengan proyeksi pertumbuhan penjualan 5%-10% pada tahun depan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 November 2018  |  17:02 WIB
Suasana pabrik Ajinomoto Mojokerto saat dikunjungi media, Kamis (29/11/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, MOJOKERTO - PT Ajinomoto Indonesia akan memperluas pasar ekspor terutama ke negara-negara Timur Tengah sejalan dengan proyeksi pertumbuhan penjualan 5%-10% pada tahun depan.

Yudho Koesbandriyo, Direktur dan Factory Manager Ajinomoto Indonesia, mengatakan selama ini ekspor terbesar Ajinomoto khusus produk monosodium glutamat (MSG) yakni ke Jepang, China, Singapura dan Korea Selatan.

"Baru-baru ini kami masuk ke pasar Middle East dan ke depan akan kami kembangkan terus ke negara-negara yang masyarakat Muslim seperti Pakistan dan Saudi Arabia baik produk MSG maupun seasoning atau bumbu,"ujarnya di sela-sela kunjungan media ke pabrik Ajinomoto Mojokerto, Kamis (29/11/2018).

Dia menjelaskan produk MSG yang diekspor secara khusus diproduksi oleh PT Ajinex Internasional. Sehingga komposisi yang diekspor oleh Ajinex sebanyak 90%. Namun secara total produksi Ajinomoto, yang diekspor sebanyak 30%-40%, sisanya untuk pasar domestik.

Adapun secara total kapasitas pabrik Ajinomoto di Mojokerto dan Karawang sebanyak 150.000 ton. Pabrik Mojokerto sendiri memiliki luas lahan 36 ha dengan jenis produk seperti MSG Ajinomoto, Masako, Sajiku, dan Mayumi.

Sementara itu pabrik di Karawang yang baru berdiri sejak 5 tahun ini memiliki luas lahan 16 ha. Di pabrik Karawang memproduksi Masako, Sajiku dan Saori.

"Dari kapasitas terpasang di pabrik Mojokerto utilitasnya sudah mencapai 90%, sedangkan pabrik di Karawang utilitasnya 70%. Untuk itu sekarang kami sedang merencanakan pengembangan terutama di Karawang, karena di Mojokerto sudah sulit ekspansi lagi, lahan habis," jelasnya.

Dia mengungkapkan pada tahun ini, pertumbuhan penjualan Ajinomoto hanya mampu sekitar 3%-4% dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, kondisi perekonomian yang agak melambat cukup mempengaruhi daya beli masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, adanya isu berbahaya mengkonsumsi MSG cukup menekan penjualan Ajinomoto. Namun secara produksi tidak terlalu berpengaruh.

Yudho menambahkan saat ini Ajinomoto tengah aktif untuk mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti memberikan informasi kepada media dengan didukung para ahli kesehatan dan gizi, menggelar kegiatan cooking class serta membuka kesempatan kepada masyarakat untuk berkunjung ke pabrik dan melihat langsung proses produksi MSG.

"Sering kali banyak rombongan ibu-ibu PKK atau dari sekolah dan perguruan tinggi datang berkunjung ke pabrik Mojokerto dan menyaksikan sendiri proses dan edukasi secara scientific," imbuh Yudho.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top