PT Synthetic Rubber Indonesia Resmikan Pabrik Karet Sintetis

Pabrik karet sintetis PT Synthetic Rubber Indonesia diresmikan hari ini, Kamis (29/11/2018). Resminya pabrik tersebut dinilai dapat memasok kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor hingga US$250 juta.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 29 November 2018  |  19:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pabrik karet sintetis PT Synthetic Rubber Indonesia diresmikan hari ini, Kamis (29/11/2018). Resminya pabrik tersebut dinilai dapat memasok kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor hingga US$250 juta.

Pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten tersebut diresmikan hari ini oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Baptiste Lemoyne.

Selain itu, dalam peresmian tersebut turut hadir Presiden Direktur PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) Bradley Karas, CEO Michelin Florent Manegau, dan Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra.

SRI merupakan perusahaan gabungan (joint venture) hasil kerja sama Michelin dan Chandra Asri dengan nilai investasi sebesar US$435 juta. Adapun kepemilikan sahamnya masing-masing sebesar 55% dan 45%.

Perusahaan yang didirikan pada Juni 2013 tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2018. Saat ini, SRI tercatat memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ribu ton per tahun.

Airlangga menjelaskan pada tahap pertama produk SRI seluruhnya akan diekspor. Setelah SRI memasok kebutuhan dalam negeri, menurut Airlangga, akan mensubtitusi bahan baku impor.

CEO Michelin Florent Manegau menjelaskan bahwa karet sintetis SRI merupakan produk terbaik dari seluruh pabrik Michelin yang ada. Selain di Indonesia, pabrik karet Michelin lainnya berada di Amerika Serikat dan Perancis.

Manegau menilai pabrik baru di Indonesia tersebut akan berkontribusi besar dalam suplai bahan baku Michelin secara global.

"[Pabrik] ini membuat kami dapat menambah produksi [bahan baku] untuk bagian lain di dunia secara signifikan," ujar Manegau kepada Bisnis, Kamis (29/11/2018).

Lemoyne menilai berdirinya SRI merupakan bukti hubungan baik antara Indonesia dan Perancis. Pabrik itu menurutnya memperkuat posisi tiap negara dalam hal perekonomian di wilayahnya.

Indonesia dinilai Lemoyne sebagai negara yang berpengaruh dalam perekonomian Asean, pun Perancis di Eropa.

"Kita [Asean dan Eropa] adalah dua blok ekonomi yang penting dan kita adalah dua negara yang penting dalam kedua blok tersebut," ujar Lemoyne kepada Bisnis.

SRI tercatat sebagai penerima insentif tax holiday dari pemerintah. Airlangga menjelaskan insentif tersebut diberikan karena SRI menjadi pionir yang memproduksi bahan baku karet sintetis.

Tag : Produksi karet
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top