Rupiah Menguat & Harga Minyak Turun, Berkah Bagi PLN

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengaku pihaknya diuntungkan dengan kondisi tersebut. Menguatnya rupiah bakal mengurangi kerugian kurs yang dialami perseroan, sementara turunnya harga minyak akan mengurangi beban operasional PLN.
Denis Riantiza Meilanova | 29 November 2018 22:59 WIB
Pekerja memasang jaringan kabel ke tower milik PT PLN yang akan dialiri listrik dari PLTU IPP 3 Kendari, di Desa Pousu Jaya, Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (7/11/2018). - Antara/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA--Kondisi penurunan harga minyak mentah dunia serta mulai menguatnya rupiah menjadi sinyal baik bagi PT PLN (Persero).

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengaku pihaknya diuntungkan dengan kondisi tersebut. Menguatnya rupiah bakal mengurangi kerugian kurs yang dialami perseroan, sementara turunnya harga minyak akan mengurangi beban operasional PLN.

"Rupiah menguat, minyak turun itu rejeki (dari) Allah buat PLN, buat kalian tarif nggak naik," ujar Sofyan di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia pun berharap kondisi ini terus berlangsung agar kinerja keuangan PLN membaik di akhir tahun. Menurutnya, setiap rupiah menguat Rp100 per dolar AS dapat mengurangi kerugian hingga Rp1,3 triliun.

Saat ini, harga minyak dunia mengalami penurunan hingga di bawah US$60 per barel. Sedangkan rupiah perlahan mulai menguat di level Rp14.369 per dolar AS

"Makanya kami terus berdoa rupiah menguat," kata Sofyan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menembus Rp15.000 per dolar AS, membuat PLN harus membukukan rugi Rp18,46 triliun pada kuartal III/2018.

PLN mengalami kerugian kurs hingga Rp17,32 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, rugi kurs hanya sebesar Rp2,2 triliun.  Rugi kurs muncul karena sebagian besar pinjaman PLN dalam bentuk valas.

Tag : PLN
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top