Asean, Jepang, Korea dan China Sepakat Perkuat Kampanye Green Jobs

Pertemuan para menteri ketenagakerjaan negara-negara Asean atau Asean Labour Ministers Meeting/ALMM Ke-25 dan ALMM plus Jepang, Korea dan China atau ALMM+3 sepakat untuk mengkampanyekan green jobs.
Amanda Kusumawardhani | 30 November 2018 14:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kanan) didampingi Sekjen Hery Sudarmanto, menjawab anggota dewan dalam rapat kerja dengan Komisi IX , di Jakarta, Rabu (7/2/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Pertemuan para menteri ketenagakerjaan negara-negara Asean atau Asean Labour Ministers Meeting/ALMM Ke-25 dan ALMM plus Jepang, Korea dan China atau ALMM+3 sepakat untuk mengkampanyekan green jobs.

Acara yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia ini, menghasilkan pernyataan bersama untuk mengupayakan lapangan pekerjaan dengan tetap mempertimbangakan kelestarian lingkungan.

“Asean, Jepang, Korea dan China sepakat untuk terus mengkampanyekan dan mengupayakan green jobs. Ini adalah komitmen yang sangat positif, lapangan pekerjaan terus diciptakan untuk pembangunan ekonomi, namun juga sangat mempertimbangkan mengurangi dampak negatif bagi lingkungan,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri di Kuala Lumpur, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (30/11/2018).

Komitmen tersebut, lanjut Hanif, memiliki momentum yang tepat dengan keniscayaan global arus pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi Revolusi Industri 4.0.

Pada era ini, pertumbuhan ekonomi tak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia, melainkan juga mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan untuk generasi mendatang.

Revolusi Industri 4.0 juga mengubah konsep industri global, dari yang semula bertumpu pada sumber daya alam, bergeser pada kekuatan ilmu pengetahuan, inovasi serta kolaborasi.

Dia mencontohkan, industri pertambangan mengalami keterbatasan cadangan tambang serta dihadapkan pada dampak eksploitasi lingkungan. Sementara itu, ilmu pengetahuan dan inovasi akan terus berkembang sehingga di sinilah pentingnya investasi Sumber Daya Manusia (SDM).

Terkait dengan Green Jobs, menurut Hanif, Indonesia telah melakukan berbagai langkah yang sejalan dengan isu tersebut antara lain dengan menggenjot pelatihan vokasi untuk meningkatkan skill dan kompetensi pekerja yang di dalamnya terkandung green skills, green productivity serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Kalangan perguruan tinggi juga dilibatkan dalam pengembangan green productivity dan green accounting.

Dalam pertemuan selama dua hari tersebut, ALMM menghasilkan komunike bersama antara lain meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang green job dan green skill, serta mendorong decent jobs (kerja layak) yang mengurangi dampak negatif lingkungan.

Peningkatakan Occupational Safety and Health (keselamatan dan kesehatan kerja)  yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Tak hanya itu, para anggota juga bersepakat untuk mengimplementasikan Deklarasi Vientiane mengenai transisi pekerjaan informal ke pekerjaan formal menuju terciptanya kerja layak.

Para anggota juga mendorong kerja sama Asean dengan organisasi internasional, social partner, dan civil society organisation dalam mendukung kerja layak demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan kemajuan sosial di Asean.

Adapun pertemuan ALMM+3 menghasilkan joint statement, antara lain kerja sama ketenagakerjaan dan menegaskan kembali komitmen mempromosikan kualitas hidup dan persaingan tenaga kerja pada pekerjaan yang aman dan layak, dan mengakui pentingnya ekonomi berkelanjutan secara sosial dan lingkungan yang bertujuan menciptakan lapangan kerja. 

Tag : ketenagakerjaan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top