Ini 5 Tantangan Dwi Soetjipto di SKK Migas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menekankan lima tantangan utama Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Dwi Soetjipto dalam mengisi kepemimpinannya.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 03 Desember 2018  |  17:03 WIB
Dwi Soetjipto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menekankan lima tantangan utama Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Dwi Soetjipto dalam mengisi kepemimpinannya.

Jonan, melantik Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 57/M Tahun 2018 tanggal 30 November 2018 menggantikan Amien Sunaryadi, yang telah berakhir masa baktinya semenjak 18 November 2018.

Sebelum memberikan pesan-pesan kepada mantan Direktur Utama PT Pertamina, Jonan lebih dulu berseloroh tentang pengalaman kerjanya besara Amien Sunaryadi. Jonan mengaku dinamika pergantian pucuk pimpinan di SKK Migas berjalan lancar.

Pasalnya tidak banyak pertanyaan yang masuk kepadanya baik lewat pesan singkat perihal siapa pengganti sosok Amien Sunaryadi.

"Wartawan tidak ada yang WhatsApp saya, biasanya agak rame. Pak Ramson Siagian [Anggota Komisi VII DPR RI] ga tanya juga," tuturnya disertai tawa hadirin yang menyaksikan prosesi pelantikan Kepala SKK Migas, Senin (3/12/2018).

Pertama, Jonan mengharapkan Dwi diharapkan terus membawa tren organisasi ke arah yang lebih baik, terutama soal tata kelola di hulu migas.

Kedua, meningkatkan cadangan eksplorasi baik pada Wilayah Kerja (WK) migas baru maupun terminasi, dimana saat ini kontraktor diwajibkan menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi yang besarannya US$2 Miliar untuk 10 tahun ke depan.

Ketiga, segera menyelesaikan WK migas terminasi yang jatuh tempo.

Keempat, bersinergi dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk mengawal WK Eksplorasi yang akan dilelang dan cost recovery yang masih tersisa. "Ada yang mudah ini Pak, ada kontraknya yang diubah tolong yang masih tersisa konsep Cost Recovery," tambahnya.

Kelima, mendukung semaksimal mungkin penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam eksplorasi dan eksploitasi migas. Jonan mengatakan niat TKDN baik, sehingga pemanfaatannya ditingkatkan.

"TKDN ini memang sangat tricky. Tapi ya ini niatnya baik. Kalau bisa diadakan dalam negeri ya diadakan, kalau tidak ya tidak," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Amien Sunaryadi juga memberikan kesan sekaligus pesan untuk Dwi yang melanjutkan tongkat estapet kepempinan di SKK Migas. Amien mengaku selama memimpin institusi pengelola hulu migas tersebut, banyak hal lucu yang ditemui.

"Saya ga mengerti industri migas, jadi bolak balik rapat, isinya snack, makanya selama SKK migas berat badan saya naik 10 kg, juga tidak ada konsep subtitusi ke rambut tidak muncul juga" selorohnya.

Menurutnya, tantangan menjadi Kepala SKK Migas ke depan adalah mendorong pemanfaatan data subsurface untuk mempermudah eksplorasi wilayah kerja nasional.

"Jadi kalau saya boleh diizinkan berpesan, pesan saya, Indonesia butuh giant discovery. Pertamina atau yg lainnya tidask pernah giant discovery," tambahnya.

Tag : skk migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top