PTPN VII Terapkan ERP per 1 Januari 2019

Tuntutan akuntabilitas, ketepatan, dan kecepatan dalam manajemen perusahaan segera dijawab PT Perkebunan Nusantara VII (Persero).
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Desember 2018  |  16:15 WIB
Pelatihan Penggunaan ERP-SAP di Kantor PTPN VII, Bandar Lampung, Senin (3/12 - 2018). Istimewa

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG — Tuntutan akuntabilitas, ketepatan, dan kecepatan dalam manajemen perusahaan segera dijawab PT Perkebunan Nusantara VII (Persero).

Didukung peranti lunak dari SAP HANA, BUMN perkebunan ini mengoperasikan enterprise resource planning (ERP) sebagai perangkat lunak untuk mengendalikan seluruh proses pencatatan, pelaporan, evaluasi, hingga menganalisis data keuangan untuk mengambil keputusan.

“Mulai 1 Januari 2019, Holding Perkebunan telah menetapkan seluruh proses administrasi dalam manajemen di seluruh PTPN I-XIV menggunakan teknologi informasi berbasis digital dengan sofware ERP-SAP. Sistem ini sudah kami siapkan jauh hari dan tahun baru ini kita pakai sistem baru,” kata Vedy Pudiansyah, Kabag Manajemen Kinerja Korporasi PTPN VII saat membuka Pelatihan bagi karyawan Pengguna ERP-SAP, di Kantor PTPN VII, Bandar Lampung, Senin (3/12/2018).

Vedy menjelaskan, sistem canggih, komprehensif, dan simultan dibutuhkan untuk mengelola manajemen besar seperti PTPN VII. Ia menyebut, sistem ERP SAP ini sangat cocok diterapkan. Sebab, kompleksitas bidang yang ada di PTPN VII membutuhkan integrasi sistem yang andal.

Dalam pengantarnya, Vedy yang juga Ketua Umum SPPN 7 ini mengatakan, sistem ini diaplikasikan menyelaraskan dengan yang telah diterapkan PTPN Grup (holding). Secara linier, nantinya sistem yang ada di seluruh PTPN Grup akan terintegrasi sehingga memudahkan dalam pengendalian dan pengawasan.

“Dengan sistem manajemen yang baik, akurat, cepat, dan terintegrasi, kemungkinan terjadinya kesalahan bisa ditekan. Dengan demikian, kami akan lebih produktif, lebih hemat biaya dan waktu karena tidak banyak menggunakan kertas, dan itu pasti akan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Namun demikian, Vedy menyebut sistem baru ini membutuhkan ketelitian, terutama pada end user atau operator. Setiap data yang diinput secara otomatis akan diolah dan dianalisis oleh sistem secara rigid. Di sinilah, sambungnya, peran bagian akuntansi untuk memvalidasi setiap input data ke dalam sistem.

Vedy menjelaskan, saat ini ada 10 fitur modul bidang dalam sistem ERP di PTPN VII yang segera beroperasi secara integrative di antaranya modul bagian SDM atau human capital management (HCM), modul Akuntansi dan Keuangan (financial controlling), modul Bagian Tanaman (project system), modul Teknik (plant maintenance), modul Pengolahan (production planning). Lalu, modul Manajemen Kualitas (QM), modul Pemasaran (sales & distribution), dan modul Pengadaan (material manajemen). Sedangkan modul Sekretariat dan modul Manajemen Risiko (risk management) sudah menggunakan ERP Dinamic AX.

Pelatihan end user ERP-SAP untuk karyawan PTPN VII berlangsung selama tiga pekan di tiga tempat. Yakni, di Kantor Direksi, Kantor Perwakilan Sumatera Selatan, dan Kantor Perwakilan Bengkulu.

“Jumlah pesertanya 356 orang dari seluruh unit bisnis di PTPN VII. Kami menggandeng konsultan SAP dari Telkom  yang ditunjuk oleh Holding Group Perkebunan untuk mendampingi proses implementasi SAP dan melatih operator end user kami. Kami yakin, per 1 Januari 2019 penggunaan ERP-SAP di PTPN VII bisa diluncurkan dengan baik,” jelasnya.

Tag : ptpn vii
Editor : Surya Mahendra Saputra

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top